Harga Cabai Rontok, Pemerintah Khawatir Petani Malas Tanam Cabai

Harga Cabai Rontok, Pemerintah Khawatir Petani Malas Tanam Cabai

- detikFinance
Selasa, 24 Jun 2014 15:30 WIB
Harga Cabai Rontok, Pemerintah Khawatir Petani Malas Tanam Cabai
Jakarta - Harga komoditas cabai mengalami penurunan harga selama satu bulan terakhir. Harga cabai yang turun bisa berdampak pada minat petani untuk kembali menanam cabai.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung usai rapat koordinasi di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (24/6/2014).

"Ada harga komoditas turun drasitis. Akibatnya petani bisa nggak mau tanam lagi. Itu ada di cabai. Itu cabai merah keriting, cabai rawit," kata pria yang disapa CT ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini beban operasional yang ditanggung petani lebih besar daripada harga jual. Sehingga untuk kembali menanam cabai, petani merasa enggan menanamnya.

"Karena harga turun drastis dan harga murah di pasar, maka imbal hasil petani juga turun. Di beberapa tempat, petani cabai nggak mau petik karena ongkos petik lebih mahal daripada harus jual," sebutnya.

Melihat kondisi tersebut, CT menugaskan kepada Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan untuk melakukan penanganan khusus terhadap komoditas cabai. Hal ini perlu dilakukan untuk tetap menjaga gairah petani dan pasokan cabai.

"Harga turun berlebihan concern pemerintah. Kementan dan Kemendag harus atasi hal ini secara serius," katanya.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok Kemendag, pada tanggal 25 Mei 2014, harga cabai merah rata-rata nasional mencapai Rp 20.555 per Kg, sedangkan pada 21 Juni 2014 menyentuh titik terendah Rp 17.613 per Kg.

(feb/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads