ADVERTISEMENT

Toko Grosir Carrefour di Bekasi Jual 10.000 Jenis Barang

- detikFinance
Rabu, 25 Jun 2014 12:16 WIB
Bekasi - Toko grosir milik Trans Retail (Carrefour) yaitu Groserindo dibuka perdana di Bekasi Timur. Gerai ini menjual 10.000 lebih produk, mulai dari bahan makanan, perkakas, hingga tekstil.

Gilang Laksonowati, Manajer Toko tersebut mengatakan, mulai makanan segar, perkakas, alat masak, barang-brang plastik, tekstil dijual di toko tersebut.

"Store kita ini store grosir pertama yang ada di Bekasi. Kita memang ingin menghadirkan sesuatu yang beda karena kebutuhan untuk yang menyediakan jasa grosiran di Bekasi ini kan memang banyak," kata Gilang saat pembukaan Groserindo di Bekasi Timur, Rabu (25/6/2014).

Di tempat yang sama, Corporate Affairs Director PT Trans Retail Indonesia RM Adji Srihandoyo mengatakan, Groserindo mempunyai harga barang yang kompetitif dibandingkan dengan toko ritel lain. Groserindo ini juga tidak hanya mau jualan barang saja, namun juga bisa memberikan masukan kepada para pelanggannya yang memang menyasar para pedagang-pedagang kecil.

"Jadi nanti kita ingin dekatkan diri, kita dengar apa kebutuhan pelanggan kita. Misalnya biasanya kalau warung itu punya masalah dengan display, kita bantu kasih advice, kita kasih saran kita kasih bimbingan. Kalau butuh dana juga. Tapi bukan berarti kita kasih mereka bantuan dana. Bukan mainan kita di situ. Nah kalau yang butuh dana, nanti kita ajak saudara kita dari Bank Mega untuk bantu kasih kredit," papar Adji.

Ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Bekasi Harty S Muntako mengatakan, Groserindo akan membantu 300 anggota APJI yang ada di Bekasi. Anggota APJI ini bergerak di sektor usaha makanan, restoran, dan katering.

"Usaha kami kan menuntut konsumsi bahan baku yang besar dengan harga yang kompetitif. Kita bisa memilih harga yang murah, karena makin banyak yang menyediakan grosir seperti ini kami jadi lebih dimanjakan. Dengan harga yang murah," jelas Harty.

"Lainnya itu, di Groserindo ini parkirnya kan luas, tidak seperti di pasar tradisional. Kalau di pasar itu kita meleng sedikit mobil bisa baret. Tapi memang plus minus. Cuma kalau di tradisional harus lebih cermat saja," imbuhnya.



(dnl/hen)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT