AS Sesalkan Keputusan Rusia Beli Anak Perusahaan Yukos
Jumat, 24 Des 2004 13:54 WIB
Jakarta -
Pemerintah AS menyesalkan keputusan Rusia membeli anak perusahaan Yukos, Yuganskneftegaz melalu BUMN Rusia Rosneft pada saat Pengadilan AS memerintahkan semua langkah penjualan aset Yukos dihentikan. Keputusan itu dinilai bisa memperburuk citra Rusia dimata investor. "Kami kecewa pada penanganan Rusia dalam kasus ini. Kami sungguh-sungguh tidak berpikir ini dilakukan melalui langkah yang transparan," ujar juru bicara Kementrian Luar Negeri AS Adam Ereli kepada wartawan seperti dilansir Reuters, Jumat (24/12/2004).Seperti diketahui, BUMN minyak Rusia Rosneft menjadi pemilik baru anak perusahaan Yukos, Yuganskneftegaz dengan membeli 100 persen saham pemilik barunya yakni Baikalfinansgroup yang menjadi pemenang dalam lelang penjualan saham beberapa waktu lalu. Namun lelang ini dilakukan pada saat Pengadilan AS sebagai tempat berlindung yang ditunjuk pemilik Yukos, meminta agar semua langkah penjualan aset dihentikan. Ereli juga menilai, pembelian Yuganskneftegaz oleh BUMN Rusia Rosneft serta kasus penggelapan pajak adalah langkah Kremlin untuk menetralisir ambisi politik pemegang saham utama Yukos yakni Mikhail Khodorkovsky. "Ini memberikan sinyal yang salah kepada investor asing dan bisa memberi dampak negatif pada posisi Rusia di ekonomi global. Cara penanganan kasus ini dapat meningkatkan keprihatinan tentang bagaimana hukum diterapkan di Rusia dan bagaimana keadilan hanya diterapkan secara politis ataupun selektif," sesal Ereli. Kecaman AS terhadap kasus Yukos justru membuat banyak pihak menudingnya sebagai langkah AS agar Rusia lebih kooperatif dalam perang melawan terorisme. Namun atas tudingan ini Ereli membantahnya. Dia menekankan bahwa selama ini hubungan AS dan Rusia memang sangat kompleks dengan banyak kepentingan."Tidak ada kontradiksi antara menjadi rekan yang penting dan teman, menyuarakan pikiran kita, memainkan kartu As dan mengatakan kepada Rusia pada saat kita terganggu dan menjelaskannya kepada Rusia apa yang kita pikir sebagai langkah yang benar," ujar Ereli. Sementara Presiden Rusia Valdimir Putin dalam pidato akhir tahunnya menegaskan bahwa langkah Rosneft membeli Yuganskneftegaz adalah benar dan mengenai kritik dari AS, Putin hanya menegaskan,"Saya harus mengatakan bahwa saya juga benar-benar tidak bahagia dengan semua yang terjadi di AS".Putin juga menduga Washington sedang berusaha 'mengisolasi' Rusia dengan menyebutkan kerjasamanya di Timur Tengah, Korea Utara, Balkan dll.
(qom/)










































