Menurut CT ada beberapa bidang lahan yang akan dipakai untuk proyek tol akses Priok dimiliki oleh Pemprov DKI. Sehingga dalam penyelesaiannya harus ada keterlibatan Pemrov DKI, yakni Plt Gubernur DKI Basuki T. Purnama (Ahok).
"Ada tanah Pemda juga. Akan saya undang Gubernur DKI terkait masalah tanah Pemda DKI," ungkap CT di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (25/6/2014)
Dengan bantuan dari Pemprov DKI untuk membebaskan lahan diharapkan proyek dapat selesai lebih cepat, sehingga tidak molor terlalu lama. "Kita berharap dalam tahun ini juga bisa selesai lahannya. Kalau selesai bisa cepat dilakukan," sebutnya
Terbangunnya tol ini akan mengurai kemacetan Jakarta terutama di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok. Sebab kendaraan kontainer dari arah Bekasi, Cikarang, Karawang, dan Purawakarta akan bisa langsung menuju Pelabuhan Tanjung Priok, tanpa harus melewati Tol Cawang (dalam kota timur).
"Kalau bisa dari tol langsung ke Priok, kepadatan lalu lintas Jakarta dikurangi signifikan. Kalau Gubernur mau nggak macet, dia harus dukung pembangunan tol," tukasnya.
Pembangunan tol sepanjang 11,4 Km ini direncanakan selesai pada akhir 2015. Untuk lahan yang belum dibebaskan panjangnya sekitar 400 meter.
Jalan Akses Tanjung Priok direncanakan sebagai bagian dari jaringan tol Jabodetabek yang terkoneksi dengan JORR (Jakarta Outer Ring Road), Tol Pelabuhan (Harbour Toll Road) serta Tol Dalam Kota (Jakarta Intra Urban Tollway). TgPA juga akan terkoneksi di seksi E-1 dengan Jalan Tol Cibitung- Cilincing di yang merupakan bagian dari JORR II.
Jalan Akses Tanjung Priok mencakup beberapa seksi:
- Seksi E-1 Ruas Rorotan – Cilincing sepanjang 3,4 km
- Seksi E-2 Ruas Cilincing – Jampea sepanjang 2,74 km
- Seksi E-2A Ruas Cilincing – Simpang Jampea sepanjang 1,92 km
- Seksi W1 Ruas Martadinata sepanjang 2,36 km
- Seksi W2 Ruas Ancol (Junction Tol Pelabuhan) – Martadinata sepanjang 2,91 km
- Seksi NS Ruas Kebon Bawang – Pelabuhan sepanjang 2,24 km











































