Follow detikFinance
Rabu, 25 Jun 2014 17:13 WIB

Tekan Inflasi, Pemkot Depok Minta Dibuatkan Pasar Induk

- detikFinance
Jalan Margonda Raya, Kota Depok Jalan Margonda Raya, Kota Depok
Jakarta - Depok adalah salah satu kota yang memberikan kontribusi besar kepada inflasi, khususnya di Pulau Jawa. Depok bersama Jakarta dan Tangerang menjadi 3 kota terbesar di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi inflasi hingga 31%.

Untuk menekan laju inflasi di kota Depok, pemerintah kota setempat telah mengusulkan agar dibangun sebuah pasar induk besar. Selama ini persedian bahan kebutuhan pokok Depok ditopang dan didistribusikan dari Jakarta dan Bogor.

"Pemkot Depok sudah memberikan rekomendasi untuk dibuatkan semacam pasar induk. Inflasi di kota Depok tinggi karena masalah distribusi," kata Asisten Deputi Urusan Ekonomi dan Keuangan Daerah, Kementeriaan Koordinator Bidang Perekonomian, Sartono saat berdiskusi dengan media di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (25/06/2014).

Namun usulan tersebut belum direspons sepenuhnya. Pemerintah pusat masih mengkaji layak tidaknya pembangunan pasar induk di kota Depok. "Kita harus kaji dulu, jadi ini baru sebatas rekomendasi," ucap Sartono.

Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, Kemenko Perekonomian memang memantau pola inflasi di 3 daerah yaitu Depok, Bengkulu, dan Samarinda. Selain di Depok, di mana inflasi sebagian besar disebabkan karena masalah distribusi, hal juga yang sama terjadi di Samarinda.

"Samarinda inflasinya juga cukup besar karena terkendala transportasi laut. Transportasi laut khususnya kapal ini cukup kurang jumlahnya padahal pelabuhan sudah ada. Kebutuhan pokok Samarinda masih ditopang dari Jawa dan Sulawesi," ungkap Sartono.

Sementara dari rapat koordinasi yang dilakukan antar kementerian, Sartono melaporkan persiapan sudah mulai dilakukan. Untuk Kementerian Pekerjaan Umum, pengerjaan jalur Pantura selesai pada akhir Juni. Selain itu lintas Jakarta Outer Ring Road (JORR) II beroperasi pada Juni untuk mengurangi beban tol Jakarta. Di sisi yang lain, pengerjaan Jalan Lintas Sumatera akan rampung H-10.

Sedangkan untuk transportasi massal jelang Lebaran, PT KAI sudah menyiapkan kereta api dengan frekuensi hingga 1.155 perjalanan dan akan menambah 32 perjalanan kereta api jarak pendek. Dari kapal laut juga ada tambahan 5 kapal dari 40 armada yang ada saat ini untuk mengangkut barang dan penumpang dari Pelabuhan Merak menuju Bekauheni dan sebaliknya. Angkutan pesawat ada juga ada tambahan, terutama oleh maskapai Garuda Indonesia.

Di sisi energi, permintaan solar akan dipenuhi sepenuhnya oleh Pertamina. Bahkan secara umum Pertamina akan menyuplai 10% lebih tinggi dari konsumsi rata-rata per harinya untuk BBM saat musim Lebaran. Elpiji 3 kg juga akan disediakan melalui toko-toko ritel.

"Kemudian Bulog juga menyatakan kesiapannya untuk menyelenggarakan pasar murah," ucap Sartono.



(wij/hds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed