Proyek Kereta Pelabuhan dan Tol Akses Tanjung Priok Masih Terkendala Lahan

Proyek Kereta Pelabuhan dan Tol Akses Tanjung Priok Masih Terkendala Lahan

- detikFinance
Kamis, 26 Jun 2014 18:23 WIB
Proyek Kereta Pelabuhan dan Tol Akses Tanjung Priok Masih Terkendala Lahan
Jakarta - Pembangunan jalan tol akses Pelabuhan Tanjung Priok dan rel kereta api akses pelabuhan keluar-masuk Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara masih terkendala pembebasan lahan.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Chairul Tanjung meminta Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Bambang Susantono segera menyelesaikan masalah lahan, sehingga penyelesaian proyek bisa sesuai target.

"Kita memutuskan Wamenhub akan menjadi koordinator di dalam monitor semua pelaksanaan percepatan infrastruktur pelabuhan agar bisa diselesaikan," kata CT usai melakukan rapat koordinasi di Kantor Pusat Pelindo II, Jalan Pasoso, Jakarta Utara, Kamis (26/06/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang mengakui kedua proyek besar itu memang masih terkendala masalah lahan. Contohnya akses jalan tol Pelabuhan Tanjung Priok-Cilincing masih terkendala lahan di dua titik tepatnya di depan Pelabuhan Tanjung Priok dan kawasan padat penduduk di Kelurahan Kalibaru. Pihak, Kementerian Perhubungan akan melakukan koordinasi lebih rinci dengan PT Pelindo II (persero).

"Masih ada dua tempat yang masih dilakukan pembebasan lahan nanti saya koordinasi dengan pihak Pelindo II. Bagian tikungan di depan pelabuhan dan yang menuju Kalibaru sana. Dalam proses konsinyasi (ganti lahan lewat titip pengadilan) mereka masih nunggu keputusan gubernur DKI untuk melakukan eksekusi sehingga bisa dibangun cepat," katanya.

Sedangkan untuk akses rel kereta api Pelabuhan Tanjung Priok, Bambang menyebut masih ada 400 meter lahan yang harus segera dibebaskan. Secara teknis, pembangunan rel kereta api pelabuhan bisa berlangsung cepat. Ditargetkan tahun depan akses kereta api bisa masuk lebih dalam ke Pelabuhan Tanjung Priok hingga Terminal Koja.

"Kita kerjasama dengan PT KAI. Secepatnya tinggal 400 meter kita bangun lokasinya di lorong 21 sampai 23 masuk ke dalam Pelabuhan hingga ke pinggir dermaga. Bangunnya cepat kok 3 bulan. Prinsipnya kita bangun infrastruktur relnya, lainnya PT KAI. Kalau bisa kita selesaikan tahun ini, tahun depan bisa beroperasi," jelasnya.

Pembangunan tol sepanjang 11,4 Km ini direncanakan selesai pada akhir 2015. Untuk lahan yang belum dibebaskan panjangnya sekitar 400 meter

Jalan Akses Tanjung Priok direncanakan sebagai bagian dari jaringan tol Jabodetabek yang terkoneksi dengan JORR (Jakarta Outer Ring Road), Tol Pelabuhan (Harbour Toll Road) serta Tol Dalam Kota (Jakarta Intra Urban Tollway). TgPA juga akan terkoneksi di seksi E-1 dengan Jalan Tol Cibitung- Cilincing di yang merupakan bagian dari JORR II.

Jalan Akses Tanjung Priok mencakup beberapa seksi:

Seksi E-1 Ruas Rorotan – Cilincing sepanjang 3,4 km
Seksi E-2 Ruas Cilincing – Jampea sepanjang 2,74 km
Seksi E-2A Ruas Cilincing – Simpang Jampea sepanjang 1,92 km
Seksi W1 Ruas Martadinata sepanjang 2,36 km
Seksi W2 Ruas Ancol (Junction Tol Pelabuhan) – Martadinata sepanjang 2,91 km
Seksi NS Ruas Kebon Bawang – Pelabuhan sepanjang 2,24 km

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads