Pialang Libur Natal, Harga Minyak Dunia Turun
Sabtu, 25 Des 2004 16:55 WIB
Jakarta - Harga minyak dunia mengalami penurunan dalam perdagangan yang sepi Jumat kemarin,(24/12/2004), karena pialang minyak sudah bersiap-siap untuk libur panjang perayaan Natal.Pasar minyak di London, harga minyak jenis Brent North Sea untuk transaksi pengiriman Februari 2005 turun 61 cents dolar AS per barel pada harga US$ 40,10 per barel. Pasar minyak di London juga pada Jumat kemarin,(24/12/2004) tutup lebih awal hanya sampai pukul 13.00 GMT, karena bersiap libur Natal dan tahun baru. Kemudian pasar akan dibuka kembali pada Rabu pekan depan,(29/12/2004). Pasalnya, pada hari Senin dan Selasa merupakan hari libur nasional di Inggris.Sedangkan kontrak minyak utama di Pasar New York jenis minyak mentah light sweet untuk pengiriman bulan Februari 2005, sudah ditutup perdagangannya sejak Kamis,(23/12/2004) sampai Senin (27/12/2004) nanti. Perdagangannya baru akan dibuka lagi pada Selasa,(28/12/2004). Pada penutupan terakhir pasar di New York Kamis lalu,(23/12/2004) harga minyak jenis light sweet turun 6 cents dolar AS per barel diposisi US$ 44,18 per barel. Meskipun mengalami penurunan, harga minyak di London masih tersisa cukup banyak yang bisa digunakan untuk mendukung rendahnya cadangan persediaan minyak mentah AS pada musim dingin yang benar-benar terjadi di belahan bumi utara ini.Namun demikian, meskipun masih ada persediaan, kemungkinan gangguan masih mungkin dialami seperti di Irak dan Nigeria, dimana kondisi di negara tersebut sangat mencemaskan para pialang minyak. Faktor-faktor ini juga diprediksi bisa mempengaruhi harga minyak pekan depan dibandingkan saat ini yang perdagangannya relatif stabil."Banyak hal yang bisa menjadi motor kenaikannya harganya," kata Bache Financial Trader, Christoper Bellew seperti dikutip AFP,Sabtu,(25/12/2005). "Jika kita mendapatkan cuaca yang hangat dan tidak ada gangguan persediaan di Timur Tengah, kami yakin pasar akan merespon harga minyak untuk turun lagi. Sebaliknya kondisinya akan berbeda jika ada terjadi musim dingin selain terjadinya pemogokan di Nigeria atau masalah suplai minyak dari Irak," ujar Bellew.Harga minyak jatuh hampir sekitar dua dolar AS pada Rabu lalu,(22/12/2004) ketika Departemen Eneregi AS mengatakan persediaan minyak mentah AS untuk kebutuhan komersial telah melampaui perkirakan yang meningkat 2,1 juta barel menjadi 295,9 juta pada akhir pekan 17 Desember 2004.Minyak hasil sulingan pemanasan tersebut kebanyakan berupa bensin dan solar yang meningkat 600.000 barel menjadi 119,9 juta barel. Hal ini cukup mengejutkan para analis yang sebelumnya memperkirakan produksi AS akan menurun.
(ir/)











































