Belakangan ini Badan Karantina Pertanian (Barantan) rutin menggagalkan upaya penyelundupan daging celeng terutama yang berasal dari Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Bakauheni (Lampung) ke Pelabuhan Merak di Cilegon, Banten.
"Kelihatannya tren penyelundupan daging celeng tahun ini terus meningkat. Apalagi saat Puasa dan jelang Lebaran," ungkap Kepala Sub Humas Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian Arief Cahyono kepada detikFinance, Rabu (2/07/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Trend lonjakan daging celeng yang akan dikirim ke Jawa dibandingkan tahun 2013 meningkat pesat," imbuhnya.
Sedangkan catatan Barantan lainnya, Senin malam (30/06/2014) Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung wilayah kerja Bakauheni (Lampung) kembali menggagalkan penyelundupan 4 ton daging babi hutan/celeng. Ribuan ton daging celeng ini dibawa dengan truck cold diesel thermoking dengan nomor polisi KB 9662 HH dari Sumatera Selatan tujuan Jakarta.
Menurut pengakuan supir truk daging ini akan dibawa ke Jakarta dan tidak dilengkapi dokumen apapun. Karantina melakukan penahanan mengingat daging ini diragukan sanitasinya dan kelayakan untuk dikonsumsi.
Hingga saat ini karantina wilayah kerja Bakauheni telah menahan total 5,7 ton daging celeng sejak 4 hari lalu. Sedangkan pada tanggal 18 Juni 2014 lalu pihaknya telah memusnahan 13,7 ton daging celeng tidak layak konsumsi di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Setelah proses pemusnahan terjadi, Barantan kembali menangkap 6,9 ton daging celeng yang diduga ingin dijual ke Pulau Jawa.
"Karantina mengajak masyarakat untuk berperan serta dalam upaya menjamin kesehatan pangan masyarakat, terutama pada bulan puasa, dengan memberikan informasi lalu lintas komoditas pertanian yang tidak melalui prosedur karantina," jelasnya.
(wij/hen)











































