Menurut Agus, dengan kerja keras pertumbuhan ekonomi Indonesia dipercaya bisa mencapai angka 6,5% di tahun 2018.
"Kalau seandainya Indonesia bisa mencapai reformasi struktural, pertumbuhan ekonomi bisa 6,5% atau lebih baik dari 6,5% di tahun 2018. Reformasi struktural harus diteruskan. Kalau pertanyaan 7%, itu harus lebih berupaya lagi," kata Agus saat ditemui di Gedung DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (3/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus menjelaskan, reformasi struktural merupakan kunci yang dimungkinkan bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Tiga pilar tersebut yaitu daya saing manufaktur (industri) ekonomi nasional, kemandirian ekonomi nasional serta sumber pembiayaan pembangunan yang berkesinambungan.
Menurutnya, pilar-pilar ini perlu didukung kebijakan pemerintah yang tepat di bidang energi, pangan dan modal utama pembangunan. Modal pembangunan itu menyangkut infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), teknologi, dan pembangunan kelembagaan atau institusi.
"Jadi tiga pilar plus tiga modal utama harus ditingkatkan. Kalau sekarang mau memperbaiki infrastruktur, tapi nggak bisa memperbaiki energi menyangkut BBM, pangan yang cenderung diimpor terus, SDM yang memiliki kompetensi artinya tidak melanjutkan reformasi struktural. Jadi kita harus memperbaiki daya saing, kemandirian dan sumber pembiayaan," tandasnya.
(drk/hen)











































