Maraknya Daging Celeng Ilegal Bikin Pedagang Daging Sapi Resah

Maraknya Daging Celeng Ilegal Bikin Pedagang Daging Sapi Resah

- detikFinance
Kamis, 03 Jul 2014 12:20 WIB
Maraknya Daging Celeng Ilegal Bikin Pedagang Daging Sapi Resah
Jakarta - Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian merilis adanya peningkatan hingga 200% penyelundupan daging celeng/babi hutan tahun 2014 dibandingkan 2013 lalu. Adanya kabar ini membuat para pedagang daging sapi resah dan takut kehilangan pendapatan mereka.

"Kita jelas resah dan takut pendapatan kita terus anjlok," kata salah satu pedagang daging sapi di Pasar Tradisional Sungai Bambu, Jakarta Utara, bernama Ujang kepada detikFinance, Kamis (3/07/2014).

Kekhawatiran Ujang bukan tanpa sebab, karena beberapa tahun terakhir pasar daging sapi cukup sepi. Alasannya adalah karena harga daging sapi terbilang tinggi saat ini. Kini diperparah dengan adanya kabar maraknya daging celeng selundupan jelang Lebaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang saja omzet sudah berkurang hingga 60% saat harga daging Rp 100.000/kg. Memang saat awal Puasa walaupun harga daging tinggi tetap banyak yang beli tetapi setelah itu sudah mulai lesu, harga tetap tinggi dan tidak turun," tuturnya.

Dalam sehari, Ujang mampu menjual daging sapi setidaknya 50-60 kg daging kepada pelanggannya di Pasar Sungai Bambu Jakarta Utara dengan catatan harga daging dikisaran Rp 85.000/kg. Dengan adanya isu daging celeng plus mahalnya harga daging jelas akan mengurangi minat masyarakat untuk membeli daging sapi dan lebih memilih beralih ke daging ayam atau ikan.

Dijelaskan Ujang, harga bobot sapi hidup per kg di tingkat Rumah Pemotongan Hewan (RPH) saat ini Rp 35.000-38.000 sedangkan harga karkas (daging plus tulang) Rp 75.000-78.000. Sehingga didapat harga daging di tingkat pasar tradisional Rp 100.000/kg.

"Sekarang hanya mampu menjual 25 kg sampai 40 kg per hari. Omzet menurun drastis. Apalagi ada isu daging celeng ini dan katanya masuk ke pasar. Iya tentu omzet kita akan terus tergerus ditengah mahalnya harga daging sapi di tingkat Rumah Pemotongan Hewan (RPH)," jelasnya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads