Seperti dikutip dari bahan infografis program kerja nyata Jokowi-JK 'Membangun Kedaulatan Pangan' Jumat (4/7/2014), untuk menekan impor beras mereka berjanji akan melakukan peningkatan kapasitas produksi gabah kering giling (GKG) dari 5 ton GKG per hektar menjadi 5,6 ton GKG per hektar. Hal ini untuk mengatasi peningkatan impor beras 2010-2013 yang hingga 482,6%.
Di sektor pangan jagung, Jokowi-JK ingin mengatasi impor yang sangat besar yaitu mencapai 3,2 juta ton pada 2013. Jokowi-JK menawarkan solusi intensifikasi pertanian jagung dari 4,8 ton per hektar menjadi 5,6 ton per hektar. Selain itu, pengembangan bank benih milik rakyat tani untuk daulat benih, dan pengembangan pupuk organik untuk daulat pupuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktanya kini terjadi peningkatan impor daging sapi hingga 350% selama 2010-2013. Bahkan defisit daging sapi 2014 mencapai 40.000 ton.
(hen/hds)










































