Kementerian Perhubungan bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sore hari ini menggelar konsultasi publik pembangunan proyek kereta ekspres Bandara Soekarno Hatta-Bandara Halim Perdanakusuma. Konsultasi terbuka ini bertujuan menyampaikan program kereta ekspres dan mendengarkan pendapat dan masukan dari warga terdampak.
Acara konsultasi publik ini juga mendengarkan pendapat dari perwakilan media massa, Dewan Transportasi Kota Jakarta, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), dan kalangan akademisi.
"Tujuan konsultasi publik untuk sampaikan program kerja dan dengarkan masukan dan usulan (masyarakat). Kita inventarisasi terkait isu-isu yang timbul sebelum, saat, dan setelah masa konstruksi," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kemenhub Hanggoro Budi Wiryawan saat membuka Konsultasi Publik Tatap Muka Proyek KPS KA Bandara Soekarno Hatta di Hotel Akmani, Jakarta, Jumat (7/4/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Responden yang kami terima 10 ribu orang, menyampaikan respons secara elektronik. Hari ini kita secara langsung," sebut Hanggoro.
Proyek kereta ekspres Bandara Soetta ini membentang sepanjang 33,68 km. Untuk rute Halim-Soetta diperkirakan membutuhkan waktu 30 menit.
Proyek ini rencananya dibangun dengan menggabungkan konsep jalur layang (elevated) dan bawah tanah (underground). Rencananya, proyek kereta ekspres dimulai pada tahun 2014 dan selesai pada 2019.










































