Demikian dikemukakan Chatib Basri, Menteri Keuangan, kala ditemui di gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Jumat (4/7/2014). "Sudah dipotong Rp 43 triliun masa tidak tercapai. Rp 43 triliun kan besar," ujarnya.
Sebagai informasi, realisasi belanja negara hingga 30 Mei 2014 tercatat Rp 605,7 triliun, atau 32,9% dari pagu dalam APBN 2014. Sementara belanja pemerintah pusat adalah Rp 375,8 triliun, atau 30,1% dari pagu APBN 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun untuk periode penyerapan anggaran, terutama belanja modal, tidak bisa proporsional. Menurut Chatib, belanja modal biasanya baru dicairkan jelang akhir tahun. Namun bukan berarti pekerjaan fisiknya tidak dilakukan.
"Belanja modal itu bayarnya belakangan, nggak ada dibayar di depan. Lain sama lawyer, success fee, itu di bayar di depan. Makanya di kantor pemerintah itu bulan Desember penuh, semua orang ambil tagihan," tutur Chatib.
Oleh karena itu, peranan belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi pada semester II diharapkan lebih baik. Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi semester II-2014 sekitar 5,6%.
"Harapannya begitu. Mestinya bisa lebih tinggi dari semester I," ujarnya.
(drk/hds)











































