"Energi minyak, gas, panas bumi dan EBT kita sangat berlimpah," kata Jokowi dalam debat Capres Cawapres 2014, di Hotel Bidakara, Sabtu (5/7/2014).
Namun untuk mengurangi konsumsi BBM yang membuat subsidi mencapai ratusan triliun rupiah, Indonesia harus memanfaatkan berlimpahnya energi yang belum termanfaatkan maksimal, terutama dari gas bumi dan panas bumi sampai energi terbarukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentunya untuk dapat mengalihkan konsumsi BBM ke gas, diperlukan infrastruktur seperti pipa gas, sehingga gas bisa digunakan untuk transportasi publik dan perumahan.
"Kita akan kerjakan pipanisasi gas dalam waktu 3 tahun dengan kecepatan tinggi, kita bangun di banyak kota besar di Indonesia" katanya.
Selain itu Jokowi menilai, sektor EBT di Indonesia kurang insentif sehingga investor dan petani tidak mau mengembangkan EBT.
"Seperti sorgum, tanaman ini tidak perlu banyak air, dapat tumbuh di area marginal, namun kurangnya riset dan insentif sehingga petani dan investor tidak mau mengembangkan biofuel, insentif untuk biofuel harus dibuka jangan hanya insentif untuk impor minyak," tutupnya.
(rrd/dnl)











































