Kereta Ekspres Bandara Punya Jalur Bawah Tanah 4 Km

Kereta Ekspres Bandara Punya Jalur Bawah Tanah 4 Km

- detikFinance
Senin, 07 Jul 2014 09:04 WIB
Kereta Ekspres Bandara Punya Jalur Bawah Tanah 4 Km
Jakarta -

Kereta Ekspres Bandara Internasional Soekarno Hatta-Halim rencananya dibangun sepanjang 33,68 km. Jalur kereta akan dibuat dengan model layang (elevated) dan bawah tanah (underground).

Untuk jalur bawah tanah, terbagi menjadi 2 titik yakni area keberangkatan di Halim-Cawang dan gerbang tol bandara-terminal. Jalur bawah tanah totalnya membentang 4 km.

"Underground Halim-Cawang sepanjang 1 km. Terus underground di Cengkareng, itu mulainya dari gate tol Sedyatmo. Ada 3 km ke stasiun yang akan dibangun di setiap terminal," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan Hanggoro Budi Wiryawan saat acara konsultasi publik proyek kereta bandara di Jakarta, seperti dikutip Senin (7/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemenhub selaku pelaksana proyek memiliki alasan tersendiri memakai metode konstruksi bawah tanah. Untuk jalur Halim-Cawang, Hanggoro menyebut adanya tiang Saluran Udara Tegangan Tinggi (Sutet) listrik dan jalur layang tol dalam kota sebagai pertimbangannya.

Pemerintah bisa saja membangun jalur layang, tetapi konsekuensinya adalah jalur dibuat menjulang sangat tinggi. Jalur yang sangat tinggi secara psikologi dinilai kurang baik bagi penumpang. Selain itu, kontraktor harus memindahkan kabel Sutet milik PLN jika jalur layang akan dibangun.

"Kendala di Cawang, mau naik ke atas susah. Mau ke atas lewat ke Pramuka, mutarnya jauh. Di atas tol Cawang-Priok tingginya sudah 7 meter. Clearance dengan jalan raya harus 6 meter. Di atas tol kalau dibangun elevated tingginya bisa 13-14 meter. Memang lebih murah, tapi masyarakat lebih gamang," jelasnya.

Hanggoro mengakui konstruksi jalur bawah tanah akan lebih mahal karena memakai teknologi pengeboran layaknya jalur bawah tanah proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. "Proyeksi untuk 1 km jalur bawah tanah butuh Rp 1 triliun, kalau layang hanya Rp 300 miliar," tuturnya.

Sedangkan jalur bawah kedua adalah memasuki Bandara Soetta. Pertimbangan jalur bawah tanah karena area bandara akan dilakukan pengembangan.

PT Angkasa Pura II (Persero) selaku operator bandara akan melakukan perluasan terminal hingga pembangunan landasan baru. Akibatnya jalur kereta tidak bisa dibangun di atas tanah, apalagi melayang.

"Di Soetta ada pengembangan terminal 3, pengembangan runway 3-4, dan cross taxiway. Otomatis harus dibangun di bawahnya," ucap Hanggoro.

(feb/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads