Pilih 3 Posisi CPNS, Pelamar Cukup Satu Kali Tes

Pilih 3 Posisi CPNS, Pelamar Cukup Satu Kali Tes

- detikFinance
Senin, 07 Jul 2014 13:03 WIB
Pilih 3 Posisi CPNS, Pelamar Cukup Satu Kali Tes
Jakarta - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) akan membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Calon Aparatur Sipil Negara (ASN) pada akhir Juli mendatang.

Kepala Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Kementerian PAN-RB Syamsul Rizal menuturkan, pada tes CPNS tahun ini, pelamar bisa mendaftar lebih dari satu pilihan jabatan sekaligus.

Namun demikian, dikatakannya, pelamar hanya bisa mendaftar di satu instansi saja. "Satu orang dapat melamar tiga jabatan yang memiliki kualifikasi (syarat melamar) yang sama. Tapi dalam satu instansi saja," jelas Syamsul kepada detikFinance, Jumat lalu (4/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syamsul mengatakan, metode ini dipilih untuk menghindari terjadinya hasil ganda untuk satu orang pelamar. Ditambahkannya, hasil dari tes penyaringan ini akan berlaku secara nasional.

"Kan nantinya kita tidak ada lagi yang namanya PNS Daerah atau PNS Pusat, semuanya adalah Aparatur Sipil Negara Republik Indonesia. Jadi cukup ikut satu kali tes saja, kalau hasilnya memang cukup untuk Pusat biar pun tesnya di Daerah, tetap bisa masuk," tutur dia.

Pada tahun ini seleksi CPNS akan menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT). Mengenai soal tes, Syamsul menjelaskan, berbeda dengan tahun lalu, kali ini ada 17 perguruan tinggi negeri ikut serta dalam penyusunan soal tes kompetensi dasar (TKD), yang kemudian akan diintegrasikan.

Untuk mendukung proses ini dapat juga berjalan dengan lancar di wilayah bagian timur Indonesia, diberikan solusi yakni dengan menggunakan fasilitas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengatasi kendala dalam penyediaan insfratruktur.

"Karena pada masing-masing daerah terdapat Kantor Regional Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang jumlahnya hanya tersedia dua belas kantor saja. Agar bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia, permasalahan tersebut bisa digantikan dengan adanya Kemendikbud," pungkas Syamsul.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads