Mengenal Jenis Kurma yang Beredar di Indonesia

ADVERTISEMENT

Mengenal Jenis Kurma yang Beredar di Indonesia

- detikFinance
Selasa, 08 Jul 2014 07:15 WIB
Jakarta - Permintaan kurma pada bulan Ramadan dan menjelang lebaran meningkat cukup pesat. Sebagian masyarakat mengkonsumsinya untuk berbuka, ada juga yang membeli kurma untuk bingkisan kerabat atau teman kerja. Namun, perlu diketahui jika kurma memiliki jenis, ciri, rasa, dan variasi harga yang berbeda. Masyarakat perlu tahu agar tidak hanya menjadi penikmat saja.

Pemilik Agen Kurma Al-Barokah Syarifah Banun bernama Fitria Banun mengungkapkan, banyak beragam jenis kurma yang dijual di Indonesia. Seluruhnya berasal dari impor, sebagian besar berasal dari negara Timur Tengah seperti Makkah, Madinah, Mesir, Tunisia, Iran dan Irak. Ada juga kurma impor asal Amerika Serikat (AS).

“Jenis-jenis kurma banyak sekali, ada dari Makkah, Madinah, Mesir, Tunisia, Arab, Iran, Irak, ada juga yang dari AS, itu kurmanya beda-beda, harganya juga beda,” ujar Fitria saat disambangi detikFinance di lokasi, di Jl. KH. Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (7/7/2014).

Wanita berusia 36 tahun ini menyebutkan, jenis-jenis kurma di antaranya kurma dari Makkah yaitu kurma Azwa atau biasa disebut kurma Nabi, ini harganya dibanderol Rp 350.000-500.000 per kg tergantung besarnya ukuran.

Kurma ini merupakan kurma paling mahal dari kurma lainnya. Ciri kurma ini berwarna hitam pekat dan ada garis-garis atau serat warna cokelat pada permukaan kurma. Rasa manisnya standar, tidak terlalu legit dan wujud kurma tampak kering, tidak lembab, ukurannya agak besar.

“Yang paling mahal kurma nabi bisa sampai Rp 500.000 per kg, ini yang super, kalau di mal ini harganya bisa Rp 1,5 juta per kg. Ada juga yang Rp 350.000 per kg, kalau di mal dijual Rp 1 juta. Bedanya Cuma di ukuran kecil gedenya dan kurma nabi ini dagingnya lebih banyak,” terang wanita yang sudah berjualan kurma selama 15 tahun ini.

Ada lagi kurma asal Madinah seperti kurma Mabrum atau laki-laki, Ambar, Safawi, Dabbas, Khalas, dan Lulu. Masing-masing punya ciri dan harga yang berbeda. Ada juga kurma Mesir seperti Elwaha, Golden Vale, Al-Amar, dan Rabbe. Lalu ada kurma Iran, kurma muda, hingga kurma Medjool asal AS.

Kurma lulu ini mirip dengan kurma nabi, sama-sama hitam pekat, namun ukurannya agak kecil. Kurma lulu juga tidak ada garis-garis atau serat di permukaannya, harganya pun lebih murah sekitar Rp 40.000 per kg.

“Kurma nabi hitam pekat, ujunngya selalu ada garis-garisnya. Kalau kurma lulu dari Madinah, sama hitam pekat bedanya nggak ada garis-garisnya jadi harus bisa bedakan biar nggak salah,” ucapnya.

Kurma paling murah yaitu kurma Irak dan Mesir. Harganya Rp 20.000-30.000 per kg. Kurma ini warnanya agak kuning dan teksturnya lembab, agak basah. Kurma Tunisia juga masuk hitungan murah dihargai Rp 80.000-Rp 100.000 per kg. Warna dan teksturnya hampir sama dengan kurma Irak dan Mesir.

“Paling murah kurma Mesir, Irak, sama Tunisia Jenis dan bentuk dan rasanya hampir mirip. Kurma Irak Rp 20.000 per kg, Mesir Rp 30.000 per kg, Kurma Khalas sama Al-Amar Rp 25.000 per kg, Tunisia Rp 80.000-100.000 per kg,” kata Fitria.

Selain itu, ada juga kurma yang agak berbeda dari kurma jenis lainnya yaitu kurma muda. Kurma ini biasanya dijual sebelum matang. Perlu waktu beberapa waktu untuk matang sehingga bisa dimakan.

Kurma ini berkhasiat untuk penyuburan wanita. Harga kurma dibanderol Rp 200.000-Rp 250.000 per kg. Kurma ini warnanya kuning gading dan teksturnya agak keras karena memang masih mentah.

“Kurma muda ini buat penyubur, biasanya buat pasangan yang memang lagi butuh, ini asal Madinah, banyak yang pesan, banyak peminatnya,” katanya.

Fitria menambahkan, ada lagi kurma yang juga dicari banyak orang yaitu kurma Medjool asal AS. Kurma ini dihargai Rp 175.000-250.000 per kg tergantung ukuran kurma. Kurma ini rasanya lebih legit, ukurannya lebih besar, dan teksturnya lebih lembut.

“Biasanya orang kantoran banyak yang beli buat bingkisan ke atasan atau buat keluarga juga, yang diabet nggak bisa makan ini karena legit, cuma Azwa (kurma nabi) yang boleh dimakan penderita diabetes,” kata Fitria.

(drk/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT