Jenisnya pun beragam. Mulai dari kurma nabi/azwa dari Mekkah, kurma dari Madinah seperti mabrum/laki-laki, ambar, safawi, dabbas, khalas, lulu, kurma dari Mesir seperti elwaha, golden vale, al-amar, rabbe, bahkan kurma dari Amerika Serikat (AS) yaitu medjool.
Dari berbagai jenis kurma, ternyata kurma medjool asal AS ini lebih banyak peminatnya. Kurma medjool dibanderol di kisaran harga Rp 175.000-250.000 per kg, tergantung ukurannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cari kurma yang besar, buat kantor buat sendiri juga. Saya beli 1 karton. Memang agak mahal tapi kita cari kualitas yang bagus," katanya.
Hal yang sama diungkapkan Ela. Wanita berusia 68 tahun ini mengaku kurma medjool teksturnya lebih lembut dan empuk sehingga mudah dikonsumsi untuk usia lanjut sekalipun.
"Kurmanya besar, enak, lebih lembut, empuk. Saya memang suka kurma, enak saja, kalau sudah makan kurma segar," tuturnya.
Ramli juga punya pendapat senada. Pria berusia 50 tahun ini mengatakan, dirinya sudah mengkonsumsi kurma medjool sejak 10 tahun silam. Kurma ini menjadi favoritnya karena teksturnya lebih empuk dan ukurannya lebih besar.
"Saya suka. Sudah lama konsumsi ini. Enak lebih empuk. Sudah hampir 10 tahun konsumsi ini, kurmanya besar, lembut," ujar dia.
Rita juga mengungkapkan, kurma medjool lebih besar ukurannya sehingga cukup mengkonsumsi 1 buah saja sudah kenyang. "Senang lihatnya besar, makan 1 saja sudah puas. Setiap puasa beli kurma, nggak puasa juga beli," ucap dia.
Pemilik Agen Kurma Al-Barokah Syarifah Banun bernama Fitria Banun juga menyebutkan, kurma medjool asal AS memang digemari pembeli. Selain ukurannya lebih besar, teksturnya juga lebih lembut.
"Kurma medjool banyak peminatnya. Kantor-kantor biasanya pada beli, keluarga juga banyak. Medjool ini dia lebih besar, lebih lembut, empuk terus kalau digigit nggak nyangkut di gigi," kata Fitria.
(drk/hds)











































