Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) masih mendominasi di daftar Fortune 500. Ada sebanyak 128 perusahaan asal AS yang jika omzetnya dijumlahkan maka menjadi sekitar US$ 8,6 triliun, jumlahnya turun dari tahun lalu yang mencapai 132 perusahaan.
Jumlah perusahan asal negeri tirai bambu justru bertambah enam menjadi 95. Total omzetnya mencapai US$ 5,8 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah omzet keseluruhan perusahaan ini mencapai US$ 31,1 triliun, naik 2,5% dibandingkan posisi pada tahun 2012. Sedangkan labanya melonjak hingga 27% mendekati US$ 2 triliun.
Yuk kita lihat perusahaan apa saja yang berada di posisi puncak, seperti dikutip dari situs majalah Fortune, Selasa (8/7/2014).
10. Glencore
|
|
Kerugiannya mencapai US$ 7,4 miliar di 2013, bandingkan dengan laba US$ 1 miliar di tahun sebelumnya.
9. Toyota Motor
|
|
Penjualan juga naik, dengan 10,1 juta unit terjual dibandingkan tahun sebelumnya 9,7 juta unit. Penjualan diprediksi akan melambat tahun ini, ditambah juga ada kenaikan pajak.
8. Volkswagen
|
|
Penjualan tertinggi ada di wilayah Asia Pasifik dengan lonjakan omzet hingga 14,7%. Penjualan di Amerika Utara juga naik, tapi di Amerika Selatan turun 8,3% sedangkan di Eropa tetap stagnan.
7. State Grid
|
|
Tahun lalu, BUMN Tiongkok ini sudah membeli saham SP AusNet, perusahaan listrik terbesar di Australia yang sebelumnya dimiliki Singapore Power International.
Perusahaan asal negeri tirai bambu itu juga membeli 60% saham SPI Assets Pty Ltd, satu lagi perusahaan listrik asal Australia. Tahun ini State Grid memenangkan proyek di Brasil.
6. British Petroleum
|
|
Halaman 2 dari 6











































