Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) masih mendominasi di daftar Fortune 500. Ada sebanyak 128 perusahaan asal AS yang jika omzetnya dijumlahkan maka menjadi sekitar US$ 8,6 triliun, jumlahnya turun dari tahun lalu yang mencapai 132 perusahaan.
Jumlah perusahan asal negeri tirai bambu justru bertambah enam menjadi 95. Total omzetnya mencapai US$ 5,8 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah omzet keseluruhan perusahaan ini mencapai US$ 31,1 triliun, naik 2,5% dibandingkan posisi pada tahun 2012. Sedangkan labanya melonjak hingga 27% mendekati US$ 2 triliun.
Yuk kita lihat perusahaan apa saja yang berada di posisi puncak, seperti dikutip dari situs majalah Fortune, Selasa (8/7/2014).
5. Exxon Mobil
|
|
Proyeknya di Singapura dan Papua Nugini sudah mulai memproduksi. Perusahaan juga sedang merancang pabrik kimiaΒ baru di Teksas, AS.
4. China National Petroleum
|
|
Perusahaan asal Tiongkok ini juga mendapat kontrak gas selama 30% dari perusahaan Rusia. Sayangnya, perusahaan juga mengalami tuduhan adanya korupsi di manajemen.
3. Sinopec Group
|
|
Juni lalu, Sinopec melebarkan sayap ke Iran untuk meningkatkan produksinya hingga dua kali lipat. Sinopec memproduksi 50.000 bph dan akan ditingkatkan untuk mencapai 135.000 bph.
2. Royal Dutch Shell
|
|
Namun ada kepemimpinan baru dengan masuknya CEO Ben van Beurden di Januari lalu. Beurden berjanji akan memperbaiki kinerja keuangan Shell.
1. Wal-Mart Stores
|
|
Wal-Mart Stores meraup omzet senilai US$ 476,3 miliar di akhir 2013 berkat pembukaan banyak cabang baru di seluruh dunia. Perusahan ritel ini melayani lebih dari 100 juta pelanggan di 26 negara setiap pekannya.
Halaman 2 dari 6











































