Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwi mengatakan, pihaknya menerima segala bentuk kritikan terkait pelayanan PLN. BUMN ini ke depan akan berusaha maksimal meningkatkan pelayanan dan memenuhi lonjakan permintaan listrik yang melonjak setiap tahunnya.
"Masukan yang sangat berarti bagi kami. PLN harus diurus bersama. Tantangan ke depan luar biasa, pertumbuhan permintaan listrik 7-8%," kata Bambang kepada detikFinance, Selasa (8/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasokan terhambat akan menimbulkan kekurangan, bisa dalam bentuk pemadaman. Dan tantangan kita untuk terus penuhi kebutuhan masyarakat. Setiap tahun tumbuhnya tinggi. Beban puncak Jawa Bali pecah rekor terus yakni terbaru 23.300 MW. Jadi kebutuhan Jawa Bali naik 1.000 MW per tahun," sebutnya.
Dalam 5 tahun ke depan, setidaknya diperlukan tambahan pasokan listrik hingga 25.000 Mega Watt (MW). Alhasil diperlukan kerja keras untuk mencapai hal tersebut.
"Dalam 10 tahun terakhir, kapasitas pembangkit PLN tambah 25.000 MW. Nah untuk memenuhi dan mengantisipasi dalam 5 tahun ke depan perlu tambahan 25.000 MW," tegasnya.
Bambang pun menjelaskan, soal kondisi krisis listrik di wilayah Sumatera bagian Utara. Pertumbuhan kebutuhan listrik di wilayah tersebut khususnya Sumatera Utara di atas rata-rata nasional.
"Pertumbuhan lebih tinggi daripada daripada daerah lain. Lebih tinggi daripada pertumbuhan nasional. Di Sumut pertumbuhan permintaan listrik 10%-12% per tahun," ujarnya.
PLN sebenarnya telah mengantipasi meroketnya pertumbuhan permintaan listrik di Sumatera bagian Utara. PLN telah membangun 2 pembangkit listrik yakni PLTU Pangkalan Susu 2 X 100 MW dan PLTU Nagan Raya 2X100 MW. Namun pembangunnya sempat menghadapi kendala.
"Pangkalan Susu terkendala pembangunan transmisi. Ada 1 tower agak alot pembebesan lahan dan resistensi masyarakat. Pangkalan Susu akhir tahun sudah masuk. Nanti ada tambahan besar. Kemudian PLTU Nangan Raya di Aceh untuk Aceh dan Sumut," katanya.
(feb/dnl)
