Bertahan di Daftar Perusahaan Terbesar Dunia, Ini Tanggapan Pertamina

Bertahan di Daftar Perusahaan Terbesar Dunia, Ini Tanggapan Pertamina

- detikFinance
Rabu, 09 Jul 2014 09:30 WIB
Bertahan di Daftar Perusahaan Terbesar Dunia, Ini Tanggapan Pertamina
Jakarta - PT Pertamina (Persero) mempertahankan posisi dalam jajaran perusahaan terbesar dunia, Fortune Global 500 tahun 2014. Selain Pertamina, ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain yang masuk daftar ini, yaitu PT PLN (Persero)

β€œBertahannya Pertamina ke dalam jajaran Global Fortune 500 ini merupakan penghargaan yang tinggi dari dunia internasional terhadap kinerja Pertamina yang dari tahun ke tahun semakin baik di tengah tingginya tingkat persaingan global saat ini,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir dalam keterangan tertulis, Rabu (9/7/2014).

Pemeringkatan Fortune Global 500 2014 didasarkan pada total pendapatan yang diperoleh perusahaan selama tahun fiskal yang berakhir 31 Desember 2013 dan telah mempublikasikan Laporan Keuangan Audited sebelum 31 Maret.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ali mengungkapkan pada tahun fiskal 2013, BUMN migas itu berhasil membukukan total pendapatan sebesar US$ 71,1 miliar, meningkat dibandingkan dengan tahun 2012 yang mencapai US$ 70,9 miliar. Laba bersih pada tahun 2013 meningkat 11% menjadi US$ 3,07 miliar dari tahun sebelumnya US$ 2,77 miliar, kendati masih mengalami rugi sebesar Rp 5,7 triliun pada bisnis LPG non subsidi 12 kg.

Dengan pencapaian ini, maka Pertamina berhasil mempertahankan kinerja keuangan yang positif dalam 5 tahun terakhir. Pada periode itu laba bersih perusahaan meningkat hampir 97% dibandingkan laba tahun 2009 yang tercatat sebesar US$ 1,55 miliar dan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

Di tengah kecenderungan penurunan produksi minyak nasional, dengan aspirasi aggressive upstream, produksi migas Pertamina tahun 2013 justru meningkat menjadi 465.220 boepd jika dibandingkan dengan capaian 2012 sebesar 461.630 boepd.

Dengan peningkatan tersebut, Pertamina secara total telah tercatat sebagai produsen migas terbesar di Indonesia. Pada 2013, realisasi produksi panas bumi mencapai 21,73 juta ton atau naik 38,5% dibandingkan 2012 yang hanya mencapai 15,69 juta ton.

Produksi tersebut diperkirakan terus meningkat di masa mendatang seiring dengan target peningkatan kapasitas produksi sedikitnya 800 MW pada 2018.

(ang/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads