"Kesamaan ini yang mendorong HKTI untuk menggerakkan potensi petani memenangkan pasangan Jokowi-JK. Kami sudah mendeklarasikan dukungan ini di Bandung pada akhir Juni lalu, yang dihadiri 25 ribu petani," kata Iwantono kepada detikFinance, Rabu (9/7/2014).
Berdasarkan hasil hitung cepat beberapa lembaga, pasangan Jokowi-JK unggul dari Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Misalnya SMRC yang menyebutkan Jokowi-JK menang dengan persentase 52.8%. RRI juga menyatakan pasangan nomor urut 2 sebagai pemenang dengan persentase 52.48%. Demikian pula Litbang Kompas yang menempatkan Jokowi-JK sebagai pemenang dengan persentase 52,37%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama adalah menjamin ketersediaan sarana produksi kepada petani secara tepat waktu, tepat jumlah, tepat lokasi, dan tepat harga. "Kedua adalah menjamin harga yang menguntungkan bagi petani," ujar Iwantono.
Agenda kedua yang dititipkan HKTI, tambah Iwantono, adalah pembangunan infrastruktur pertanian seperti waduk dan irigasi. "Kami juga ingin Jokowi-JK menyusun program untuk mencetak sawah-sawah baru," sebutnya.
Iwantono menegaskan kemenangan ini memang belum resmi. Namun dari 5 lembaga survei menunjukkan angka yang hampir sama dan menempatkan Jokowi-JK sebagai pemenang.
Oleh karena itu, Iwantono berpesan agar seluruh pihak tidak melakukan hal-hal yang bisa memanipulasi suara rakyat, termasuk petani. "Masih ada waktu bagi semuanya untuk menjaga agar tidak ada berbagai bentuk kecurangan," tegasnya.
(hds/hds)











































