Porsi KAI adalah membangun rel ganda dari Stasiun Batu Ceper-Bandara Soetta sepanjang 13 kilometer.
"Kita sudah tanda tangan kerjasama penyelenggaraan prasarana pembangunan perkeretapian bandara. Kami sudah selesaikan pembangunan double track Duri-Tangerang. Sedangkan 12 km akan dibangun PT KAI," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko pada acara penandatanganan perjanjian kerja sama penyelenggaraan prasarana kereta api bandara di Kemenhub, Jakarta, Kamis (10/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi 64 kereta ke bandara dan 64 kereta keluar bandara," jelasnya.
Di tempat yang sama, Direktur Utama KAI Ignasius Jonan menerangkan, perseroan akan memulai pembangunan jalur kereta saat masalah pembebasan lahan telah tuntas. Selama ini lahan menjadi kendala utama.
Untuk pembebasan lahan rute Batu Ceper-Bandara Soetta, KAI akan memakai dana komersial sehingga perseroan sangat berhati-hati di dalam proses pembangunan.
"Pengadaan lahan nggak ada target dan secepatnya. Pembangunan tergantung tanah," katanya.
Jonan menyebut ada 2 syarat proyek KRL bandara bisa dilaksanakan. Syarat pertama adalah memperoleh restu dan komitmen dari Kemenhub selaku regulator. Kedua adalah komitmen pembangun infrastruktur kereta di area bandara. Pembangunan sarana dan prasarana kereta di bandara seperti Automated People Mover System (APMS/monorel), hingga stasiun bandara akan dilakukan oleh PT Angkasa Pura II (Persero) selaku operator bandara.
"Kalau AP II nggak komit, KAI nggak bisa bangun. Ini bisa mangkrak. Bisa dipakai untuk KRL Commuter Jabodetabek tapi harga nggak masuk," ujarnya.
(feb/dnl)











































