Kemenhub meminta standar waktu tempuh kereta bandara maksimal 40 menit. Model ini telah diterapkan di Jepang.
"Di Jepang standar 40 menit. Standar kereta bandara. Kalau lebih dari itu, bukan kereta bandara namanya," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko pada acara penandatanganan perjanjian kerjasama penyelenggaraan prasarana kereta api bandara di Kemenhub, Jakarta, Kamis (10/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau Medan 26-30 menit," jelasnya.
Hermanto menyebut, moda transportasi kereta bandara sudah sangat mendesak. Apalagi melihat kondisi kemacetan saat ini. Sehingga KRL bandara dinilai sebagai moda transportasi paling cepat, dan mampu memberi kepastian waktu dibandingkan angkutan pribadi saat menebus kroditnya alur transportasi bandara.
"Dalam kondisi kemacetan nggak diperkirakan. Kereta bandara jadi tumpuan. Ada kereta ekspres tapi lama," jelasnya.
Di tempat yang sama, Direktur Utama KAI Ignasius Jonan menerangkan, KRL bandara saat beroperasi akan melayani penumpang dengan 128 perjalanan per hari. Kereta akan beroperasi selama 20 jam. KRL bandara sendiri diproyeksi bisa membawa penumpang sekitar 10 juta-12 juta orang per tahun.
"Jumlah diangkut bisa 10 juta. Kalau jam peak bisa 12 juta (tahun). Sedangkan jarak antar kereta bisa sekitar 20 menit," ujarnya.
(feb/dnl)











































