Biaya penyelenggaraan World Cup 2014 mencapai US$ 14 miliar atau Rp 168 triliun. Angka ini setara dengan kurang lebih 6,8% dari jumlah utang pemerintah Indonesia.
Tercatat hingga akhir Mei 2014, utang pemerintah Indonesia mencapai Rp 2.461,36 triliun.
Marketing Manager Lamudi, Christiana Joan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/7/2014) mengatakan uang yang dihabiskan untuk Piala Dunia 2014 juga setara dengan 5,6 kali lipat nilai investasi seluruh pengembang properti di Indonesia pada 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bukan angka yang kecil, mengingat Indonesia menduduki peringkat kelima sebagai negara penghasil batu bara di tingkat dunia," kata Christiana.
Biaya World Cup 2014 juga setara dengan membangun 70 jalan tol/bebas hambatan sekelas tol Cipularang. Selain itu, setara dengan biaya membangun 8 sistem MRT (Mass Rapid Transit) di kota Jakarta untuk mengurai kemacetan.
Sedangkan biaya yang dihabiskan oleh Brasil untuk membangun 13 stadion tempat diselenggarakannya pertandingan World Cup, dapat digunakan untuk membangun 205 stadion yang serupa dengan Gelora Bung Karno.
Lamudi merupakan portal properti global untuk pasar di negara-negara berkembang. Layanan ini sudah ada di 28 negara meliputi Timur Tengah, Amerika Latin, dan Afrika, dengan 400.000 listing properti yang berasal dari berbagai jaringan global. (hen/dnl)











































