Purnomo: Stok BBM di Aceh Cukup Untuk 6-7 hari
Selasa, 28 Des 2004 13:41 WIB
Jakarta - Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro memastikan, stok BBM di depo Aceh saat ini bisa bertahan hingga 6-7 hari. Pemerintah akan mempersiapkan infrastruktur agar stok di depo tetap aman. "Stok di depo bisa bertahan 6-7 hari. Tapi yang pertama adalah upaya penanganan kemanusiaan dulu. Nanti kami akan persiapkan untuk infrastrukturnya," kata Purnomo usai rapat dengan Menko Perekonomian di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (28/12/2004).Menurut Purnomo, saat ini stok BBM yang sangat dibutuhkan adalah solar terutama untuk menjaga kelangsungan PLN. Diakui, Pertamina saat ini ada kendala transportasi karena banyak jalan yang rusak.Ia juga menambahkan, untuk listrik saat ini sudah mulai pulih meski masih terdapat beberapa kendala terutama banyaknya pembangkit listrik yang rusak. "Seperti di Banda Aceh ada PLTG terapung, sekarang ini tidak berfungsi. Padahal PLTG itu menjadi back up kelistrikan di Banda Aceh. PLTG itu terlempar beberapa meter," papar Purnomo.Mengenai kilang-kilang yang rusak, Purnomo menyebutkan sejauh ini belum ada laporan. Akan tetapi pihaknya akan melakukan observasi termasuk di LNG Arun. Diharapkan, ekspor LNG tidak akan terganggu dengan adanya bencana alam ini. "Kalau situasi aman, maka kita akan tetap melakukan ekspor LNG. Sejauh ini tidak ada kerusakan di LNG Arun. Mungkin kalau ada keterlambatan hanya 1 atau 2 hari. Tapi Arun punya cadangan sehingga tidak ada masalah," tegasnya. Selain itu Purnomo juga menjelaskan, pasokan gas yang mestinya disuplai ke pabrik pupuk Iskandar Muda (PIM) 1 dan 2 saat ini diharapkan juga tidak terganggu karena sudah ada blok A yang memang khusus dikembangkan untuk mensuplai gas di PIM 1 dan 2. Namun, karena PIM 1 mengalami kerusakan dan berhenti beroperasi, maka untuk sementara pasokan gas ke PIM 1 juga dihentikan.
(qom/)











































