Maskapai Penerbangan Diminta Terapkan Tarif Normal ke Aceh
Selasa, 28 Des 2004 13:58 WIB
Jakarta - Menhub Hatta Rajasa akan menindak maskapai penerbangan yang menerapkan tarif diatas normal untuk penerbangan ke Aceh. Ia meminta maskapai penerbangan untuk menggunakan tarif normal. "Kalau ada orang yang gila-gilaan disaat kita sedang berkabung, itu tidak manusiawi. Saya akan tegur. Saya akan minta Dirjen Perhubungan Udara untuk menerapkan tarif norman," kata Hatta usai rapat dengan Menko Perekonomian di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (28/12/2004).Sementara mengenai kondisi Bandara di daerah yang terkena bencana yakni Aceh dan Sumatera Utara, Hatta menyatakan saat ini dalam kondisi baik dan siap untuk digunakan. "Polonia bagus, Aceh bagus, Lhok Seumawe juga. Kemarin kan presiden menuju kesana," ujarnya. Ia menjelaskan, salah satu kendala transportasi adalah tidak bisa menggunakan kapal laut mengingat adanya saran dari BMG untuk mengurangi aktivitas di pantai mengingat kemungkinan adanya gempa susulan. Yang paling dibutuhkan di Aceh menurut Hatta adalah helikopter yang diminta sekitar 10 buah dan sudah ada 5 yang standby di Medan. "Yang sekarang perlu adalah helikopter. Saya nanti siang akan berkoordinasi dengan Meneg BUMN juga nanti sore akan rapat dengan di kantor mengumpulkan seluruh BUMN terkait dengan perhubungan dan instansi lain," katanya.Menurut Hatta, helikopter itu diperlukan untuk menembus daerah yang hingga saat ini belum bisa ditembus seperti Meulaboh dan Seumeleu. "Itu daerah yang belum kita tembus. Baru hari ini akan ada heli yang kesana. Masih banyak mayat yang belum terevakuasi disana," ungkap Hatta. Sementara untuk hubungan darat, Hatta menjelaskan, jalan-jalan yang menghubungkan ke Aceh ada beberapa yang putus. Dan untuk mengatasi masalah itu akan berkoordinasi dengan PU.
(qom/)











































