Menanti Kereta Peluru Jakarta-Surabaya

Menanti Kereta Peluru Jakarta-Surabaya

- detikFinance
Senin, 14 Jul 2014 08:08 WIB
Menanti Kereta Peluru Jakarta-Surabaya
Jakarta - Kota-kota besar di dunia mempunyai moda transportasi massal yang modern, maju, nyaman dan aman. Indonesia pun tengah menuju ke era tersebut. Sebut saja monorel, mass rapid transit, dan lainnya.

Namun, ada satu yang mencuri perhatian karena kecanggihannya, yaitu kereta super cepat.

Jenis moda ini sudah dimiliki kota besar seperti Tokyo, Perancis, Taipei dan kota besar lainnya. Di Jepang, kereta cepat ini lebih dikenal dengan nama Shinkansen. Indonesia juga tak ketinggalan. Pemerintah bakal membangun proyek ini, menghubungkan Jakarta-Surabaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti apa data dan faktanya? Berdasarkan keterangan yang dihimpun detikFinance, Senin (14/7/2014), berikut informasi mengenai Shinkansen Jakarta-Surabaya.

Studi Dilakukan Jepang

Studi proyek ini tengah dilakukan Jepang. Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono pun mengungkapkan, studi mengenai proyek ini didanai oleh Jepang sendiri. Mengapa Jepang? Karena negara matahari terbit ini sudah tahu betul bagaimana membuat kereta cepat.

Rute

Selain Jakarta-Surabaya, awalnya kereta cepat ini juga direncanakan akan dibangun dengan rute Jakarta-Bandung. Namun studi menyebut rute tersebut tidak terlalu layak. Maka dipilihlah Jakarta-Surabaya dengan alasan akan menghubungkan dua kota perekonomian terbesar di Indonesia.

Namun tidak menutup kemungkinan jika trase yang dilalui oleh proyek Shinkansen Jakarta-Surabaya ini bisa melewati kawasan Jawa Barat bahkan Bandung.

Biaya

Butuh anggaran yang tidak sedikit untuk membangun proyek ini. Wamenhub Bambang Susantono menyebut, setidaknya butuh investasi lebih dari Rp 200 triliun untuk membangun Shinkansen Jakarta-Surabaya.

Teknologi

Untuk membangun mega proyek ini, pemerintah melihat ke kota-kota besar lain yang sudah mengoperasikan moda sejenis. Namun ada 3 negara yang menjadi acuan khusus yaitu Tiongkok, Jepang dan Eropa.

Tarif

Belum diketahui berapa tarif yang akan dikenakan untuk sekali naik kereta cepat ini. Tapi yang pasti, perhitungan tarif dilakukan dengan melihat acuan tarif batas bawah maskapai penerbangan rute Jakarta-Surabaya.

Stasiun Akan Dibuat Mal

Karena pemerintah akan meminimalisir penggunaan APBN dalam pengoperasian kereta ini, maka untuk bisnis yang lebih menarik dan layak secara finansial, maka tak bisa hanya mengandalkan pengoperasian kereta saja.

Stasiun, atau setiap koridor dari jalur kereta ini akan dibangun kawasan terpadu, real estate, termasuk pusat perbelanjaan. Karena konsep dari pembangunanya disebut transit oriented development (TOD).

Rencana Operasi

Pemerintah menargetkan masyarakat Indonesia akan bisa menikmati proyek ini 6 tahun lagi, termasuk dengan perencanaan.

Shinkansen Cocok Karena Tahan Gempa

Deputi bidang Infrastruktur Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Lucky Eko Wuryanto menyebut, jenis kereta cepat yang paling cocok diterapkan di Indonesia adalah Shinkansen seperti di Jepang. Pasalnya, teknologi yang dipakai Shinkansen tahan gempa, lain dengan yang lain.
Halaman 2 dari 9
(zul/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads