Kepala Sub Direktorat Perkotaan Ditjen Tata Ruang Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Eko Budi Kurniawan menyebutkan, proyek reklamasi 17 pulau buatan di lepas pantai utara Jakarta seluas 5.000 hektar ini diharapkan dapat menyaingi keberadaan Palm Island di Dubai dan berbagai kawasan lain di berbagai negara yang juga merupakan daratan baru hasil reklamasi di atas laut.
"Di beberapa negara cukup sukses melakukan ini. Ada di Tiongkok, di Korea Selatan yang seluas 12 ribu hektar, Dubai juga sukses mengembangkan reklamasi, di Belanda bahkan lahan hasil reklamasi bukan hanya untuk bisnis dan pemukiman, tetapi juga untuk hewan seperti sapi dan kuda," sebut Eko kepada detikFinance akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti di Jepang, lokasi reklamasi berhasil dikembangkan menjadi kawasan yang bernilai. Karena, berbagai pembangunan infrastruktur berhasil dilakukan di sana seperti pengembangan bandar udara yang sangat ramai. Itu bisa di tiru di dalam negeri dengan melakukan reklamasi teluk Jakarta," tuturnya.
Dihubungi terpisah Kepala Bagian Penataan Ruang Biro Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta Benny Agus Candra mengatakan, kawasan baru ini bisa menjadi salah satu kebanggaan warga Ibu Kota Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya.
"Ini akan menjadi waterfront city yang bisa dimanfaatkan dengan baik untuk bisnis pemukiman dan pariwisata. Ini bisa menjadi Land Mark baru Jakarta yang bisa bersaing di tingkat dunia," tutur dia.
(hen/ang)











































