"Defisit neraca dagang Juni US$ 300 juta," ungkap Gubernur BI Agus Martowardojo dalam agenda buka puasa bersama di kantor pusat BI, Jakarta, Senin (14/7/2014)
Akan tetapi, bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu, lonjakan impor dinilai sudah menurun, baik untuk barang modal ataupun barang konsumsi. Termasuk impor Bahan Bakar Minyak (BBM).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk ekspor, menurut Agus juga lebih membaik. Terutama untuk komoditas non migas dan non mineral. Seperti tekstil, otomotif, baja, serta bahan kimia.
"Komoditi non migas, non mineral bagus sekali. Sudah membaik. Khususnya yang kemarin itu yang tekstil benang yang otmotif, kemudian bahan kimia sudah. Tapi defisit migasnya besar," jelasnya.
(mkl/dnl)











































