Mentan: Dosanya Berat 'Paksa' Masyarakat Muslim Makan Daging Babi Hutan

Mentan: Dosanya Berat 'Paksa' Masyarakat Muslim Makan Daging Babi Hutan

- detikFinance
Rabu, 16 Jul 2014 12:53 WIB
Mentan: Dosanya Berat Paksa Masyarakat Muslim Makan Daging Babi Hutan
Foto: Daging Celeng (Rachman-detikFinance)
Cilegon - Upaya penyelundupan daging babi hutan atau celeng makin marak. Pada Januari-Juli 2014 saja, penangkapan penyelundupan daging celeng mencapai 42 ton, naik 3 kali lipat dari tahun lalu.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan, orang yang tega menjual daging celeng untuk dioplos atau dicampur daging sapi yang harganya mahal, adalah tindakan yang berdosa.

"Masyarakat yang memiliki langganan pedagang daging sapi tidak perlu khawatir, karena para pedagang ini kan juga muslim. Tindakan yang bodoh sekali dia mencampur dagangannya dengan daging celeng hanya karena keuntungan semata. Karena tanggung jawab ke Allah SWT jauh lebih berat, dosa yang dipikulnya karena masyarakat muslim 'dipaksa' makan daging babi yang jelas-jelas haram," tutur Suswono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini disampaikan Suswono usai melakukan pemusnahan daging celeng di kantor Balai Karantina Kelas II Cilegon, Banten, Rabu (17/7/2014).

Pada kesempatan itu Suswono mengatakan, dirinya mendapat banyak keluhan dari sejumlah pedagang sapi karena maraknya peredaran daging celeng yang ilegal ini. Maraknya peredaran daging celeng membuat omzet pedagang daging sapi turun.

"Apalagi bagi pedagang daging sapi banyak mendapatkan pertanyaan dari pelanggannya, ini daging murni kan, tidak dicampur celeng? Ditanya seperti itu tentu menyakitkan bagi pedagang," papar Suswono.

(dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads