Strategi Intelijen Dipakai Untuk Incar Pelaku Daging Celeng

Strategi Intelijen Dipakai Untuk Incar Pelaku Daging Celeng

- detikFinance
Rabu, 16 Jul 2014 13:03 WIB
Strategi Intelijen Dipakai Untuk Incar Pelaku Daging Celeng
Foto: Daging Celeng (Rachman-detikFinance)
Cilegon - Badan Karantina Kementerian Pertanian mengaku punya keterbatasan dalam mengawasi peredaran pangan ilegal, termasuk daging babi hutan atau celeng. Namun Karantina punya siasat tersendiri.

Kepala Badan Karantina Banun Harpini mengatakan, pihaknya aktif dalam menunggu datangnya pelaku penyelundupan daging celeng di pelabuhan. Daging celeng yang marak diselundupkan saat ini banyak masuk dari Sumatera ke Jawa, lewat Pelabuhan Merak, Banten.

"Usaha yang kami lakukan adalah untuk bertindak aktif bukan pasif, kita tidak hanya menunggu pelaku datang ke pelabuhan tapi kita sudah menerapkan strategi intelijen dengan mengincar pelaku dari Pulau Sumatera" tambah Banun usai menghadiri acara Pemusnahan Daging Babi Hutan Ilegal di Cilegon Banten, Rabu (17/07/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 7,4 ton daging babi hutan ilegal disita oleh Badan Karantina. Banyaknya hasil sitaan tersebut membuat pemerintah kewalahan dalam melakukan pengawasan terhadap daging yang sudah beredar di masyarakat.

"Karantina itu memiliki keterbatasan, tugasnya untuk mengawasi pemasukan dan pengeluaran, kalau sampai sudah beredar ke masyarakat tangan kami sudah tidak bisa menjangkau" ucapnya.

Banun pun tidak memungkiri, pihaknya sedikit kecolongan dalam pengawasan sehingga kasus daging babi hutan yang dioplos dengan daging sapi biasa, untuk dijadikan bakso. Ini sering terjadi di Jawa.

Seperti yang diketahui penyelundupan daging babi hutan ilegal meningkat jumlahnya setiap tahunnya. Data dari tahun 2012 hingga Juli 2014 ada sebanyak 25.4 ton daging yang berhasil diamankan.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads