Hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) mencatatkan setidaknya ada 7 jenis barang yang paling banyak di palsukan.
Ada 7 jenis barang yang sering dipalsukan antara lain software, kosmetika, farmasi dan obat-obatan, pakaian, produk dari kulit, makanan dan minuman dan yang terbaru adalah tinta printer. Tinta printer kini menjadi produk yang paling banyak dipalsukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Widya mengatakan, dari penelitian yang dilakukan timnya, produk tinta printer bahkan menjadi produk yang paling banyak dipalsukan.
"Persentasenya mencapai 49,4% dibanding total barang yang beredar di sektor ini," sambungnya.
Jumlah peredaran tinta palsu ini bahkan mengalahkan persentase peredaran pakaian palsu 38,9%, produk dari kulit 37,2%, software 33,5%, kosmetika 12,6%, makanan dan minuman 8,5% dan produk farmasi 3,8%.
Dalam peredarannya, produk tinta palsu ini lebih banyak menyasar kalangan pelajar. "Alasan yang banyak diungkapkan responden dalam penelitian ini adalah karena kualitasnya hampir sama dengan yang asli," tuturnya.
Servei ini dilakukan terhadap 591 responden di Jabodetabek dan Surabaya yang meliputi konsumen antara yang merupakan penjual dari produk-produk tersebut dan konsumen akhir yang merupakan pembeli dan pengguna produk-produk palsu tersebut.
(hen/hen)










































