"Mempertimbangkan untuk menyetujui usulan Pelindo II melakukan renegosiasi dengan JICT supaya bisa mendapat penghasilan lebih banyak masih kita kaji. Kita minta pertimbangan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), Kejaksaan Agung, sehingga tingkat keterbukaan dan keuntungan bisa lebih baik," kata Dahlan usai rapat pimpinan di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (17/7/2014).
Selama ini, JICT dikelola bersama operator pelabuhan dari Hong Kong, Hutchison Ports Indonesia (HPI). Pelindo II memiliki saham sebesar 49% dan HPI memiliki saham 51% di JICT. Dahlan pun meminta dalam renegosiasi dan pengajuan konsesi memasukan rencana peningkatan kepemilikan saham Pelindo II menjadi mayoritas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahlan juga menjelaskan terkait kerjasama pengelolaan Pelabuhan Kalibaru atau New Tanjung Priok di Jakarta Utara. Ia meminta kerja sama antara Pelindo II dan Mitsui (Jepang) bisa berjalan dengan baik supaya investor tidak kecewa.
"Waktu tender Kalibaru yang menang Mitsui. Perjanjiannya untuk perpanjangan kembali kerja sama tidak boleh lebih jelek dari hasil tender yang sudah ada. Kalau hasil tender itu kan sudah fair. Harus lebih baik kinerjanya," paparnya.
(feb/hds)











































