"Tadi Bapak Presiden memimpin rapat terkait persiapan Idul Fitri yang akan kita rayakan bersama. Pak Presiden menerima laporan lengkap terkait persiapan yang ada," tutur Chairul Tanjung, Menko Perekonomian, di komplek Istana Negara, Jakarta, Kamis (17/7/2014).
DI sisi transportasi, terutama angkutan darat, SBY diberi laporan seputar jumlah kendaraan yang akan bergerak baik mobil, sepeda motor, dan bus. Kemudian dilaporkan pula moda transportasi lainnya yaitu udara dan laut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden, lanjut CT, juga mendengarkan laporan dari Menteri Pekerjaan Umum bahwa jika tahun-tahun sebelumnya persiapan mudik dilakukan H-10, maka tahun ini H-30 jalan raya harus sudah dalam keadaan aman. "Kondisi telah dilakukan secara tuntas. Bahwa kesiapan jalan, itu juga telah siap dengan sebaik-baiknya," kata dia.
Selain transportasi, tambah CT, Presiden SBY juga mendengarkan laporan soal stabilitas harga pangan. "Bisa dibandingkan minggu ke-3 Ramadhan kelihatannya stabilitas bahan pangan baik dibanding tahun sebelumnya," ujarnya.
Lalu, presiden juga mendapat laporan mengenai persediaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji. "Ini juga termasuk listrik. Filosofisnya, stok BBM, listrik telah dipersiapkan dengan baik. Stok sangat cukup," tegasnya.
Kemudian, soal keamanan juga tidak luput dari pembahasan rapat. Menurut CT, telah disampaikan bahwa Polri bertugas bukan hanya terkait dengan pengamanan, tetapi juga kelancaran lalu lintas. Diharapkan angka kecelakaan saat mudik bisa semakin ditekan.
"Traffic management juga sudah disampaikan. Sudah menyatakan kesiapannya dan sudah dicek titiknya. Diharapkan masalah yang ada, misalnya pasar tumpah, bisa lebih dikurangi. Jalur untuk sepeda motor juga sudah di-manage," papar CT.
Secara umum, CT menyatakan bahwa Presiden SBY puas dengan segala persiapan yang telah dan akan terus dilakukan. "Tetapi beliau berpesan pelaksanaan bisa betul-betul dilakukan dengan baik," ucapnya.
(rvk/hds)










































