"Yang datang membeli macam-macam mulai dari remaja, mahasiswa sampai orang bermobil juga beli baju bekas," ungkap Anton Siahaan salah seorang pedagang baju bekas di Pasar Senen, Jakarta Pusat saat ditemui detikFinance, Kamis (17/07/2014).
Untuk remaja dan mahasiswa biasanya jenis baju bekas yang dibeli antara lain sweater atau jaket bahan dengan tulisan dan gambar mencolok dan celana jeans. Ada beberapa juga yang membeli kaos oblong dengan motif yang lebih mencolok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan diakui Anton, orang berduit bahkan bermobil juga tidak malu untuk membeli pakaian bekas di Pasar Senen. Mayoritas orang-orang kaya tersebut membeli jaket kulit impor yang harganya bisa mencapai Rp 500.000/potong. Sedangkan sebagian besar lainnya berusaha mencari-cari tas dengan kualitas impor walaupun bekas.
"Orang bermobil itu kebanyakan beli jaket kulit, lalu biasanya ngudek-ngudek (cari-cari) tas. Biasanya yang mereka cari tas jenis Guess itu," katanya.
Mayoritas pembeli baju bekas impor adalah golongan ekonomi menengah ke bawah. "Paling banyak beli yang ekonominya di bawah, beli yang obral-obral itu harganya Rp 5.000 hingga Rp 10.000/potong," jelasnya.
Sementara itu di tempat yang sama, salah seorang pembeli bernama Wahyudin mengatakan tidak ragu untuk membeli baju bekas impor. Pria berumur 42 tahun ini mengatakan secara kualitas baju bekas impor hampir sama dengan produksi baju baru buatan dalam negeri.
"Ini saya beli dua kaos harganya Rp 40.000, tadinya satu kaos Rp 35.000, ya ditawar akhirnya jadi juga. Yang penting baju untuk dipakai," katanya.
(wij/hen)











































