Dampak Rel Ganda Jakarta-Surabaya, Hemat Uang Triliunan Hingga Kurangi Stres

Dampak Rel Ganda Jakarta-Surabaya, Hemat Uang Triliunan Hingga Kurangi Stres

- detikFinance
Kamis, 17 Jul 2014 19:44 WIB
Dampak Rel Ganda Jakarta-Surabaya, Hemat Uang Triliunan Hingga Kurangi Stres
Jakarta - Jalur rel ganda kereta Jakarta-Surabaya secara fisik sudah diselesaikan. Keberadaan jalur ganda ini akan memberikan banyak dampak positif bagi perekonomian dan aspek sosial.

Diperkirakan akan ada efisiensi secara ekonomi hingga Rp 3,5 triliun per tahun. Penghematan bisa didapat dari berkurangnya konsumsi BBM dipakai oleh truk-truk yang pengangkutannya beralih ke kereta api dan lainnya.

Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Bambang Susantono mengatakan, dengan adanya jalur ganda Jakarta-Surabaya, kendaraan yang didominasi truk-truk besar pengangkut barang bisa ditekan. Selain hemat konsumsi BBM, juga mengurangi beban biaya perawatan jalan yang rusak setiap tahun akibat truk-truk berat melintas di jalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang mengatakan ada sekitar 1 juta frekuensi truk yang bisa dialihkan ke kereta setiap tahunnya.

"Itu ada sekitar Rp 3,4 triliun yang dihemat. Penghematan dari penggunaan BBM, lalu saya kira manfaat dari penurunan losses waktu yang terbuang," kata Bambang dalam peluncuran bukunya yang berjudul Revolusi Transportasi di Gramedia, Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (17/7/2014).

Selain itu, ia juga mengatakan, kondisi jalur pantura saat ini tak terhindarkan dari macet yang tak jarang membuat pengemudi stres dan kesal . Dengan adanya jalur ganda, maka kemacetan dapat dihindari, sehingga indeks kebahagian masyarakat meningkat.

"Indeks kebahagian juga meningkat," tutur Mantan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia ini.

Bambang mengatakan, saat ini transportasi berbasis kereta api harus dikembangkan lebih jauh lagi. Ia melihat adanya ketidakseimbangan antara moda transportasi lain seperti kereta api dengan jalan.

"Sehingga kita harus mengalihkan beban jalan ke moda transportasi lain," tambahnya.

Bambang mengatakan pemerintah harus melakukan perbaikan menyeluruh termasuk mengaktifkan kembali jaringan rel kereta api yang sudah mati. Serta dengan menambah jaringan rel kereta yang baru.

"Dulu ada satu kebijakan di mana kita hanya membangun jalan saja," katanya.

(zul/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads