Diperkirakan akan ada efisiensi secara ekonomi hingga Rp 3,5 triliun per tahun. Penghematan bisa didapat dari berkurangnya konsumsi BBM dipakai oleh truk-truk yang pengangkutannya beralih ke kereta api dan lainnya.
Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Bambang Susantono mengatakan, dengan adanya jalur ganda Jakarta-Surabaya, kendaraan yang didominasi truk-truk besar pengangkut barang bisa ditekan. Selain hemat konsumsi BBM, juga mengurangi beban biaya perawatan jalan yang rusak setiap tahun akibat truk-truk berat melintas di jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu ada sekitar Rp 3,4 triliun yang dihemat. Penghematan dari penggunaan BBM, lalu saya kira manfaat dari penurunan losses waktu yang terbuang," kata Bambang dalam peluncuran bukunya yang berjudul Revolusi Transportasi di Gramedia, Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (17/7/2014).
Selain itu, ia juga mengatakan, kondisi jalur pantura saat ini tak terhindarkan dari macet yang tak jarang membuat pengemudi stres dan kesal . Dengan adanya jalur ganda, maka kemacetan dapat dihindari, sehingga indeks kebahagian masyarakat meningkat.
"Indeks kebahagian juga meningkat," tutur Mantan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia ini.
Bambang mengatakan, saat ini transportasi berbasis kereta api harus dikembangkan lebih jauh lagi. Ia melihat adanya ketidakseimbangan antara moda transportasi lain seperti kereta api dengan jalan.
"Sehingga kita harus mengalihkan beban jalan ke moda transportasi lain," tambahnya.
Bambang mengatakan pemerintah harus melakukan perbaikan menyeluruh termasuk mengaktifkan kembali jaringan rel kereta api yang sudah mati. Serta dengan menambah jaringan rel kereta yang baru.
"Dulu ada satu kebijakan di mana kita hanya membangun jalan saja," katanya.
(zul/hen)











































