Direktur dan Sekretaris perusahaan PT Ciputra Development Tbk Tulus Santoso mengatakan, dampak pemberlakuan aturan yang menetapkan batas minimum uang muka perumahan harus 30% (tipe di tas 70 meter persegi) dari harga unit properti ini telah memberi dampak pada penjualan perseroan.
"Penjualan baru 35% dari target full years 2014. Harusnya kalau proporsional kan bisa 50%. Ini terutama karena bunga yang naik ini. Bunga naik dan likuiditas juga sangat ketat terutama rupiah. LDR di bank-bank itu naik, sehingga ekspansi kredit menjadi kendala bagi penyediaan KPR," sebut Tulus, di Ciputra Galery, Jakarta, Kamis (17/7/2014) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal tahun kalender sudah berjalan satu semester sementara target perusahaan sepanjang tahun 2014 adalah Rp 10 triliun. Artinya, bila dihitung secara proporsional, seharusnya perusahaan dapat membukukan penjualan Rp 5 triliun di tengah tahun pertama.
"Tahun ini target penjualan Rp 10 triliun. Tapi realisasinya baru Rp 3,5 triliun. Dibanding tahun lalu meningkat targetnya 10% karena tahun lalu target hanya 9 triliun. Tapi kalau secara realisasi menurun 20% dibanding tahun lalu," ungkapnya.
Untuk mengantisipasi dampak tersebut akan menimbulkan masalah di masa depan, Tulus menyebut, perusahaan telah menyiapkan sebuah langkah strategis yaitu dengan memperpanjang masa angsuran kredit kepemilikan hunian yang dikembangkannya.
Langkah ini dimaksudkan untuk mengimbangi tingginya nilai uang muka atau down payment (DP) yang harus dibayarkan konsumen.
Selain itu, rumah yang dikembangkan pun akan dibuat lebih kecil dengan lahan standar dengan harapan konsumen dapat mengembangkan sendiri huniannya sesuai dengan kemampuan finansial yang dimiliki. Hal ini untuk mengantisipasi ketentuan DP minimal 30% untuk rumah tipe di atas 70 meter persegi.
"Atau kita sebut rumah tumbuh," sambung Tulus.
Dengan strategi ini diharapkan kendala daya beli masyarakat yang kian ketat dapat terjawab sehingga target penjualan perusahaan di akhir tahun dapat terpenuhi.
"Kita akan menyesuaikan produk-produknya. Ini terkait dengan daya beli. Misalnya kita memberikan angsuran yang lebih panjang, rumahnya lebih kecil atau rumah tumbuh, jadi pembeli rumah bisa secara bertahap," pungkasnya.
(hen/hen)











































