Kumpulkan Pengguna Layanan Bea Cukai, Chatib Basri Siap Dikritik

Kumpulkan Pengguna Layanan Bea Cukai, Chatib Basri Siap Dikritik

- detikFinance
Jumat, 18 Jul 2014 10:56 WIB
Kumpulkan Pengguna Layanan Bea Cukai, Chatib Basri Siap Dikritik
Jakarta - Terkait pencanangan hari pelayanan publik, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengumpulkan para pemangku kepentingan (stakeholder) untuk mendengarkan kritik secara langsung terkait layanan kemenkeu termasuk Bea Cukai.

Para pemangku kepentingan yang datang antara lain kalangan birokrat hingga kalangan dunia usaha pengguna jasa layanan bea cukai.

Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri menuturkan perlunya kritik disampaikan stakeholder untuk membangun pelayanan publik yang lebih baik lagi. Menurutnya harus ada yang buruk dikatakan, agar ada upaya untuk memperbaiki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk para stakeholder yang hadir, jika sesuatu yang buruk dikatakan baik, maka tidak akan ada improvement. Tujuan dari kritik kan membuat yang buruk itu menjadi baik," ujarnya di depan para stakeholder di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Jumat (18/7/2014)

Dalam acara ini, ada tiga pihak yang menyampaikan kritik atas pelayanan publik oleh Kemenkeu. Berikut pernyataannya:

Dari kalangan pengusaha logistik internasional menyambut baik forum dialog ini. Mereka merasa terbantu terutama untuk mengetahui peraturan-peraturan dan termasuk soal sanksinya.

"Saya rasa komunikasi adalah kuncinya dan itu harus dilakukan secara berkelanjutan untuk orang-orang mengerti," kata perwakilan pengusaha logistik nasional.

Selain itu, hadir pengusaha logistik lokal antaralain hadir Mitra DHL Express, yang menanggapi soal sistem peraturan dan administrasi perizinan yang kini sudah berubah dari manual ke online, termasuk pentingnya layanan 24 jam bea cukai.

"Selain itu karena banyak dan tingginya aktivitas, saya tidak perlu bolak balik tapi petugas yang sudah standby," jelas perwakilan pengusaha tersebut.

Bagi kalangan birokrasi, dari perwakilan Biro Keuangan Kemenkumham, menyambut positif adanya dialog antara stakeholder dalam pelayanan publik.

Sementara itu, Menkeu Chatib Basri menerima berbagai pernyataan tersebut menyambut baik. Ia berharap apresiasi yang disampaikan bukan karena stakeholder berada di depan dirinya.

"Terima kasih atas apresiasinya, tapi saya tidak ingin ini karena Anda berada di depan Menteri Keuangan," terang Chatib.

Terkait satu masalah yang kemudian diselesaikan melalui komunikasi dengan telepon seluler (ponsel) atau handphone, menurut Chatib itu tidak boleh dilakukan lagi. Karena harusnya setiap masalah, diselesaikan oleh sistem, termasuk berbasis online.

"Saya berharap bukan telpon ke HP. Kalau itu tergantung orangnya, kalau baik maka akan lancar. Tapi harusnya itu diperbaiki oleh sistem," ungkap Chatib.

(mkl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads