Dimulai Pebruari, Pembangunan Kembali Aceh Telan Rp 10 T
Rabu, 29 Des 2004 13:49 WIB
Jakarta -
Menko Perekonomian Aburizal Bakrie mengatakan, pemerintah akan memulai pembangunan kembali infrastruktur yang rusak di Aceh mulai Pebruari 2005 dengan dana menelan dana sekitar Rp 10 triliun. Sedangkan untuk tahap pertama, pemerintah akan fokus pada upaya darurat penanganan masalah kemanusiaan dimana dana yang dibutuhkan sekitar Rp 1,35 triliun. "Kalau dimasukkan kerusakan yang ada di Meulaboh, maka perhitungan kasarnya dana yang dibutuhkan tidak lagi Rp 5 triliun, tapi Rp 10 triliun. Itu untuk rekonstruksi infrastruktur saja, belum termasuk rehabilitasi," ujar Aburizal yang akrab dipanggil Ical ini kepada wartawan di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (29/12/2004).Ia mengaku sejauh ini belum tahu persis dana sebesar itu akan berasal dari mana saja. Namun yang jelas, lanjut dia, pihak swasta cukup antusias untuk memberikan bantuan. Mengenai dana untuk penanganan kemanusiaan, berdasarkan perhitungn kasar dibutuhkan dana sekitar US$ 150 juta atau setara Rp 1,35 triliun. Sejauh ini pihak swasta telah mengumpulkan dana bantuan sekitar Rp 50 miliar, pemerintah telah mengalokasikan sedikitnya Rp 50 miliar dan masih ditambah dengan dana bantuan dari lembaga-lembaga internasional termasuk negara-negara sahabat. "Jepang sudah memberikan komitmen bantuan US$ 1,3 juta, Kedubes Kanada US$ 250 ribu. Sedangkan kalau pemerintah pusat Kanada sendiri juga akan memberi bantuan beberapa juta dolar, tapi akan dialokasikan juga untuk negara-negara lain," ungkap Ical.
(qom/)










































