Daging Celeng Terbukti Masuk Pasar Becek di Tangerang

Daging Celeng Terbukti Masuk Pasar Becek di Tangerang

- detikFinance
Jumat, 18 Jul 2014 13:53 WIB
Daging Celeng Terbukti Masuk Pasar Becek di Tangerang
Jakarta - Pihak Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Standardisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Kemendag telah mengambil sampel daging-daging di 15 pasar tradisional se-Jabodetabek.

Sampel-sampel itu langsung diuji di laboratorium untuk membuktikan apakah daging celeng telah masuk 15 pasar tersebut sejak tanggal 7 Juli 2014. Lalu apa hasilnya?

Dirjen SPK Widodo mengakui dari 15 pasar yang diuji sampel, hanya ada satu pasar yang positif menjual dan mendistribusikan daging celeng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada yang positif dari Pasar Anyar, Kota Tangerang," kata Widodo kepada detikFinance, Jumat (18/07/2014).

Sayangnya Widodo masih merahasiakan jenis sampel daging mana yang positif mengandung daging celeng. Widodo belum berani menjawab apakah itu jenis daging, tetelan, cincang atau bakso.

Selain itu, Widodo juga belum mau mengkonfirmasi tindakan apa yang akan dilakukan Kementerian Perdagangan atas temuan ini. Apakah menarik barang dari peredaran atau memberikan sanksi yang tegas berupa pidana kepada para pelaku.

Seperti diketauhi, Senin (7/07/2014) sebanyak 15 pasar se-Jabodetabek yang diambil sampelnya antara lain:



  • DKI Jakarta: Pasar Lontar, Pasar Minggu, Pasar Senen, Pasar Jatinegara, Pasar Rawamangun, Pasar Genjing.
  • Bekasi: Pasar Tambun, Pasar Keranji, Pasar Baru.
  • Tangerang: Pasar Jombang, Pasar Babakan, Pasar Anyar.
  • Bogor: Pasar Pedati, Pasar Warung Jambu.

Pengambilan sampel dilakukan mengingat sulitnya membedakan antara daging celeng dengan daging sapi, cara yang paling efektif mengetahui daging celeng melalui tes laboratorium. Setelah ini, sampel akan dibawa ke Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk dilakukan uji laboratorium.

Sebelumnya, Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian mencatat jumlah penyelundupan daging celeng/babi hutan meningkat tajam di tahun 2014. Secara volume terjadi kenaikan 200% sedangkan dari sisi frekuensi penggagalan penyelundupan naik 55% dibandingkan tahun lalu. Β 

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads