98% Masyarakat RI Paham KB, Tapi Kenapa Penduduk Melonjak?

98% Masyarakat RI Paham KB, Tapi Kenapa Penduduk Melonjak?

- detikFinance
Sabtu, 19 Jul 2014 14:07 WIB
98% Masyarakat RI Paham KB, Tapi Kenapa Penduduk Melonjak?
Jakarta - Mayoritas masyarakat Indonesia sudah paham betul apa itu program Keluarga Berencana (KB). Sayangnya, pemahaman ini tidak berjalan lurus dengan jumlah penduduk Indonesia yang terus meningkat. Tahun ini saja, penduduk Indonesia mencapai 246 juta jiwa, dan diprediksi mencapai 343 juta jiwa di 2035.

"Jadi 98% masyarakat kita sudah tahu soal KB. Tetapi memang mereka belum melakukannya," kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Fasli Jalal kepada detikFinance, Jumat (18/07/2014).

Ada beberapa alasan mengapa program KB belum optimal dilakukan masyarakat Indonesia. Salah satunya, karena masalah biaya, lalu ketidakcocokan dengan jenis alat kontrasepsi yang bersangkutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini karena bagi yang membutuhkan tetapi tidak punya biaya. Lalu dia sudah mau bayar tetapi alat kontrasepsinya belum ada, apakah itu terganggu di distribusinya atau jenisnya tidak cocok dengan kebutuhan," imbuhnya.

Salah satu masalah lainnya adalah berkurangnya jumlah tenaga Penyuluh Lapangan KB (PL-KB). Saat ini jumlah PL-KB hanya 24.000 orang saja, sedangkan kebutuhan mencapai 35.000 orang. Masih ada kekurangan 11.000 orang.

"Dia sudah mau KB tetapi tidak tersedia tenaga terlatih. Kalau bidan dan dokternya tidak bisa memasang alat KB maka tidak akan bisa. Lalu kita butuh tenaga ahli konseling yang intens di bidang KB, tetapi tidak ada orang kita. SDM (Sumber Daya Manusia)-nya sudah amburadul. Dulu 1 PL-KB melayani 2 desa, sekarang 5 desa dengan mobilitas yang tidak seperti dulu lagi. Jadi kalau mereka tidak yakin, maka mereka tidak yakin pakai," jelasnya.

(wij/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads