"Jalan terus. Itu kan hanya pagi saja waktu lebaran. Habis itu kerja," kata Direktur Utama Pelindo II RJ. Lino, usai apel siaga di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (21/7/2014).
Lino membenarkan, peti kemas tidak boleh meninggalkan pelabuhan dengan jalur darat, selama H-7 hingga H+7 lebaran. Namun untuk menjaga kapasitas penampungan peti kemas selama proses bongkar muat, BUMN operator pelabuhan ini telah mengambil langkah jauh-jauh hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelindo II sebelum H-7 telah mengatur tingkat isian lapangan penumpukan alias Yard Occupancy Ratio (YOR) berada pada posisi 40%. Langkah ini untuk menjamin tidak terjadinya over kapasitas di terminal selama musim lebaran. Saat musim lebaran, tingkat YOR atau kapasitas pelabuhan bisa mencapai 80%, sedangkan batas normal untuk posisi YOR berada pada level 65%.
"YOR kita capai 40%. Supaya bisa untuk sebelum dan habis lebaran," ujarnya.
Lino menjelaskan, kapasitas terminal peti kemas Pelabuhan Priok saat ini mampu menampung hingga 7 juta TEUs per tahunnya.
(feb/dnl)











































