'Perang' Calo Tiket vs Operator Bandara di Indonesia

'Perang' Calo Tiket vs Operator Bandara di Indonesia

- detikFinance
Senin, 21 Jul 2014 14:27 WIB
Perang Calo Tiket vs Operator Bandara di Indonesia
Foto: Reuters
Jakarta - PT Angkasa Pura II selaku pihak yang mengelola 13 bandara di Indonesia salah satunya Bandara Internasional Soekarno-Hatta terus berusaha memerangi keberadaan calo tiket. Namun makin diberantas para calon tersebut makin gesit.

Apalagi menjelang arus mudik lebaran tahun ini, Angkasa Pura II tidak ingin tinggal diam terus berkeliarannya para calo tersebut, bagaimana cara memberantas para calo ini, ini dia langkahnya, seperti dirangkum detikFinance saat berbincang dengan para petinggi Angkasa Pura II di Djakarta Theater akhir pekan lalu.

Berani Gunakan Tiket dari Calo, Penumpang Terancam Tidak Bisa Terbang

"Ini bukan imbauan, tapi sudah aturan, calon penumpang jangan sekali-kali beli tiket pesawat melalui calo tiket," kata Senior General Manager AP II Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta Bram Bharoto Tjiptadi.

Ia beralasan jika penumpang tetap nekat membeli tiket pesawat melalui calo dengan alasan apapun, maka bisa dipastikan calon penumpang tersebut akan gagal terbang ke tempat tujuan.

"Karena siapapun calon penumpang pesawat, jika nama tiket pesawat yang dimilikinya tidak sesuai dengan kartu identitasnya maka akan kita tolak, tidak boleh naik pesawat," tegasnya.

Menurutnya kejadian ini sering terjadi, sehingga sekali lagi ia berpesan agar calon penumbang harus
mengerti.

"Ini sudah banyak sekali terjadi dan banyak penumpang yang gagal terbang karena beli tiket lewat calo," tambahnya.

Tutup Penjualan Tiket di Bandara

Untuk menghilangkan calo saat musim mudik Lebaran 2014, semua counter penjualan tiket di Bandara Soetta ditutup.

"H-7 dan H+ 7 kita tutup semua penjualan tiket di bandara, jadi calon penumpang harus beli tiket jauh-jauh hari atau di luar bandara," kata Direktur Utama PT AP II Tri Sunoko.

Tri menegaskan, penutupan counter penjualan tiket tersebut bertujuan untuk menghindari adanya transaksi uang, karena disitulah para calo-calo tiket bermain.

"Pokoknya tidak ada transaksi uang, pihak airlines pun tidak boleh buka penjualan tiket di bandara," tegasnya.

Ia menambahkan, AP II hanya akan mengizinkan pembukaan counter untuk pencetakan tiket atau untuk perubahan jadwal tiket pesawat.

"Jadi nanti hanya ada counter kecil yang hanya melayani print tiket atau perubahan jadwal terbang. Ini juga untuk menghindari pihak airlines kerjasama dengan oknum calo," tutupnya.

Calo Tiket Bikin KTP Palsu untuk Penumpang

Ruang geraknya makin sempit tidak membuat calo tiket diam saja, salah satu akalnya untuk tetap memuluskan calon penumpang yang membeli tiketnya yakni dengan mencetak KTP palsu yang sama dengan nama pada tiket pesawat.

"Calo-calo sekarang ada yang sampai bikinin KTP sekalian, makanya kadang masih bisa lolos," kata Deputi Direktur Pelayanan Bandara PT Angksa Pura II Zulfahmi.

Para calo ini memanfaatkan masyarakat yang masih banyak belum memiliki e-KTP sehingga para calo tersebut hanya membutuhkan foto dari calon penumpang yang membeli tiketnya.

"Jadi foto tinggal dilaminating, sehingga menyerupai KTP asli, modus-modis ini sering kita jumpai, salah satu buktinya kita sudah kesekian kali menyita KTP palsu," ujarnya.

"Mereka mungkin masih bisa lolos di check-in awal tapi begitu pemeriksaan ke dua belum tentu lolos," tambahnya.

Kerjasama dengan Maskapai

Zulfahmi mengungkapkan, oknum para airlines juda ada yang bekerjasama dengan para calo. Bahkan ada juga oknum pegawai maskapai penerbangan ada yang menjadi calo.

"Orang AP II nggak ada yang jadi calo, itu ada di airlines," katanya.
Halaman 2 dari 5
(rrd/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads