Apalagi menjelang arus mudik lebaran tahun ini, Angkasa Pura II tidak ingin tinggal diam terus berkeliarannya para calo tersebut, bagaimana cara memberantas para calo ini, ini dia langkahnya, seperti dirangkum detikFinance saat berbincang dengan para petinggi Angkasa Pura II di Djakarta Theater akhir pekan lalu.
Berani Gunakan Tiket dari Calo, Penumpang Terancam Tidak Bisa Terbang
|
|
Ia beralasan jika penumpang tetap nekat membeli tiket pesawat melalui calo dengan alasan apapun, maka bisa dipastikan calon penumpang tersebut akan gagal terbang ke tempat tujuan.
"Karena siapapun calon penumpang pesawat, jika nama tiket pesawat yang dimilikinya tidak sesuai dengan kartu identitasnya maka akan kita tolak, tidak boleh naik pesawat," tegasnya.
Menurutnya kejadian ini sering terjadi, sehingga sekali lagi ia berpesan agar calon penumbang harus
mengerti.
"Ini sudah banyak sekali terjadi dan banyak penumpang yang gagal terbang karena beli tiket lewat calo," tambahnya.
Tutup Penjualan Tiket di Bandara
|
|
"H-7 dan H+ 7 kita tutup semua penjualan tiket di bandara, jadi calon penumpang harus beli tiket jauh-jauh hari atau di luar bandara," kata Direktur Utama PT AP II Tri Sunoko.
Tri menegaskan, penutupan counter penjualan tiket tersebut bertujuan untuk menghindari adanya transaksi uang, karena disitulah para calo-calo tiket bermain.
"Pokoknya tidak ada transaksi uang, pihak airlines pun tidak boleh buka penjualan tiket di bandara," tegasnya.
Ia menambahkan, AP II hanya akan mengizinkan pembukaan counter untuk pencetakan tiket atau untuk perubahan jadwal tiket pesawat.
"Jadi nanti hanya ada counter kecil yang hanya melayani print tiket atau perubahan jadwal terbang. Ini juga untuk menghindari pihak airlines kerjasama dengan oknum calo," tutupnya.
Calo Tiket Bikin KTP Palsu untuk Penumpang
|
|
"Calo-calo sekarang ada yang sampai bikinin KTP sekalian, makanya kadang masih bisa lolos," kata Deputi Direktur Pelayanan Bandara PT Angksa Pura II Zulfahmi.
Para calo ini memanfaatkan masyarakat yang masih banyak belum memiliki e-KTP sehingga para calo tersebut hanya membutuhkan foto dari calon penumpang yang membeli tiketnya.
"Jadi foto tinggal dilaminating, sehingga menyerupai KTP asli, modus-modis ini sering kita jumpai, salah satu buktinya kita sudah kesekian kali menyita KTP palsu," ujarnya.
"Mereka mungkin masih bisa lolos di check-in awal tapi begitu pemeriksaan ke dua belum tentu lolos," tambahnya.
Kerjasama dengan Maskapai
|
|
"Orang AP II nggak ada yang jadi calo, itu ada di airlines," katanya.
Halaman 2 dari 5











































