Diminta Pakai Rupiah di Pelabuhan, Bos Pelindo: Jadi Tambah Pusing

Diminta Pakai Rupiah di Pelabuhan, Bos Pelindo: Jadi Tambah Pusing

- detikFinance
Senin, 21 Jul 2014 16:52 WIB
Diminta Pakai Rupiah di Pelabuhan, Bos Pelindo: Jadi Tambah Pusing
Foto: Grandy/detikFoto
Jakarta - PT Pelindo II (Persero) yang merupakan pengelola pelabuhan Tanjung Priok masih ragu dalam penggunaan rupiah sebagai alat transaksi. Karena hanya akan membuat pusing pelaku transaksi di pelabuhan.

Direktur Utama Pelindo II Robert Joost Lino menuturkan, dari rapat yang berlangsung disebutkan bahwa boleh menggunakan rate dalam dolar Amerika Serikat (AS). Akan tetapi tetap harus bertransaksi rupiah.

"Kan pak Menko bilang boleh rate-nya pakai dolar, tapi bayarnya pakai rupiah, sama saja, cuma jadi tambah pusing saja," ungkap Lino di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Senin (21/7/2014)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pusing yang dimaksud Lino salah satunya adalah biaya yang dikenakan akan lebih mahal. Karena saat konversi dari dolar ke rupiah, ada selisih biaya untuk harga jual dan beli.

"Kan jadi lebih mahal. Customer kita perusahaan pelayaran kan, dia kan larinya dalam dolar. Dia mesti beli rupiah, karena itu perusahaan asing. Dolar itu kurs beli kan lain dengan kurs jual," jelasnya.

Sementara dari Pelindo, menurut Lino tidak mengalami kerugian dari mekanisme tersebut. Namun, alur pembayaran akan menjadi rumit.

"Kalau dari kita kan terima saja. Tapi customer kan dapatnya rupiah, beli lagi dia dolar, balikin ke rupiah. Ini customer yang sama," imbuh Lino.

(mkl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads