Menurut Bambang, harus ada peran serta masyarakat untuk membasmi para calo. Paling penting adalah dengan tidak ikut bertransaksi dalam pembelian atau penjualan tiket.
"Kalau mau tidak ada calo, masyakarat juga jangan beli dong atau juga jual," kata Bambang di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Senin (21/7/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu sudah bagian dari kerugian kalau beli dari calo, jadi jangan dibeli juga. Banyak ruginya," sebutnya.
Sejauh ini, pihak maskapai maupun pengelola bandara telah mendekatkan diri dengan konsumen. Yaitu melalui sistem online. Sehingga tidak ada seharusnya ruang untuk para calo.
"Gimana aranya orang terbang kan harus pakei identitas, sama kayak kereta api. harusnyakan ini mempersempit. Kalau ada mari kita berantas bersama-sama," ujar Bambang.
Bila memang masih ditemukan, maka pihak pengelola bandara sudah disiapkan posko pengaduan. "Laporin aja nanti kan ada posko di setiap bandara ada posko. Harusnya nggak ada, sama saya juga pengennya nggak ada," kata Bambang.
(mkl/ang)











































