Direktur Utama (Dirut) PT ASDP Ferry Indonesia Danang Baskoro punya gagasan agar menerapkan tarif jasa penyeberangan ferry lebih mahal pada malam hari daripada siang hari. Ia mengusulkan ada perbedaan tarif malam hari lebih mahal hingga 5-10% daripada siang hari.
Ia mengatakan ketika terjadi puncak keramaian di Pelabuhan Merak, seperti puncak musim Lebaran setiap detik ada 4 mobil masuk ke pelabuhan. Sehingga Danang mengusulkan konsentrasi manusia di pelabuhan harus dipecah salah satunya dengan dual tarif antara tarif siang dan malam..
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini tarif penumpang sepeda motor yang akan menyeberang dari Merak ke Bakauheni Rp 39.000 per kendaraan. Untuk kendaraan roda empat Rp 275.000 dan tiket penumpang per orangan Rp 13.000.
"Pelabuhan Merak puncak mudik H-3 atau H-4 diperkirakan mobil 21.000 kendaraan (per hari), motor 28.000 kendaraan, jumlah penumpang orang 96.000, dari rata-rata per hari 30.000 orang," katanya.
Menurutnya Pelabuhan Merak menjadi titik akhir penghubung antara Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera, sehingga pelabuhan ini menjadi konsentrasi pergerakan manusia dan barang dari Jawa ke Sumatera.
"Makanya selalu ada penumpukan pada malam, pelabuhan kewalahan menampung pemudik yang terus meningkat," katanya.
Beberapa alasan penumpang lebih memilih menyeberang pada malam hari antara lain karena suhu udaranya lebih sejuk daripada siang hari, sehingga lebih nyaman untuk menyeberang.
(hen/hen)











































