60% Keluarga Nelayan di RI Hidup Miskin, PR Berat Buat Jokowi

60% Keluarga Nelayan di RI Hidup Miskin, PR Berat Buat Jokowi

- detikFinance
Rabu, 23 Jul 2014 12:10 WIB
60% Keluarga Nelayan di RI Hidup Miskin, PR Berat Buat Jokowi
Jakarta - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) punya pekerjaan rumah (PR) berat menata sektor kelautan di Indonesia. Salah satunya adanya memperbaiki kesejahteraan nelayan yang mayoritas kondisinya miskin.

"Nelayan di Indonesia jumlahnya 8,9 juta KK (Kepala Keluarga), 60% kondisinya sangat memprihatinkan dan perlu ditolong," kata Ketua Umum Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir kepada detikFinance, Rabu (23/07/2014).

Berbagai gambaran nelayan miskin di Indonesia coba digambarkan Winarno, seperti masih menggunakan mesin tempel untuk perahu, sehingga sering rusak. Selain itu, keterbatasan akses permodalan nelayan juga masih menjadi masalah klasik lalu perahu dan perlengkapan yang digunakan nelayan dalam kondisi kurang baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kapal nelayan kita 60% memprihatinkan dan masih menggunakan mesin tempel yang sering rusak sehingga daya jangkau nelayan sedikit yang paling penting adalah mereka sangat sulit mendapatkan modal," imbuhnya.

Untuk mensejahterakan nelayan, Winarno menyarankan agar Jokowi meniru apa yang dilakukan Era Presiden Soeharto. Contohnya di aspek permodalan, Soeharto menciptakan KUD (Koperasi Unit Desa) Mina bagi para nelayan.

"Saya minta Pak Jokowi melihat di era Orde Baru ada KUD Mina, kalau melaut nelayan pinjam ke KUD dulu. Sekarang nelayan kita pinjam modal ke tengkulak," tuturnya.

Winarno juga mengungkapkan ke depan sektor kelautan harus lebih dikembangkan. Seperti penggunaan satelit yang dapat mendeteksi keberadaan ikan di laut sehingga tangkapan ikan bisa lebih optimal.

"Tetapi jangan lupakan sektor sumber daya manusianya juga dikembangkan. Saat ini kita hanya bisa menjadi nelayan tangkap. Harus dilatih SDM menjadi nelayan budidaya ikan," jelasnya.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads