Sofjan Wanandi Sebut Penguatan Rupiah Hanya Sementara

Sofjan Wanandi Sebut Penguatan Rupiah Hanya Sementara

- detikFinance
Rabu, 23 Jul 2014 14:08 WIB
Sofjan Wanandi Sebut Penguatan Rupiah Hanya Sementara
Jakarta - Pengusaha senior Sofjan Wanandi menanggapi positif reaksi pasar terhadap terpilihnya Jokowi sebagai presiden. Penguatan rupiah terhadap dolar AS yang mencapai Rp 11.475 per dolar AS hari ini menandakan pasar telah mendapatkan kepastian soal pilpres namun bukan fundamental.

Sofjan yang juga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ini mengatakan sentimen positif terhadap rupiah hanya sentimen positif sesaat. Permasalahan utama secara fundamental belum selesai dan harus dituntaskan oleh Jokowi yaitu defisit transaksi berjalan atau current account deficit, termasuk defisit perdagangan, yang bisa memicu rupiah berbalik arah.

"Ini menguat karena hasil election, tapi masalah trade deficit masih ada. Ini hanya sentimen awal sesaat, masih ada permasalahan trade deficit," kata Sofjan kepada detikFinance, Rabu (23/7/2014)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya penguatan rupiah saat ini yang diuntungkan hanya pelaku importir, sedangkan eksportir mengalami sebaliknya.

"Jadi rupiah menguat karena kepastian soal hasil pemilu," katanya.

Bank Indonesia (BI) sebelumnya memperkirakan pada Juni 2014 akan terjadi defisit neraca perdagangan US$ 300 juta. Penyebabnya adalah lonjakan impor yang melebihi ekspor pada periode tersebut.

"Defisit neraca dagang Juni US$ 300 juta," ungkap Gubernur BI Agus Martowardojo pekan lalu.

(hen/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads